Gubernur Sulsel: Kerusuhan Wamena Papua Tidak Terkait Diskriminasi Suku

Bagikan Bagikan
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah. (Foto-Antara)

SAPA (MAKASSAR) - Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah mengatakan bahwa kerusuhan yang terjadi di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, tidak terkait masalah diskriminasi suku dan ras tertentu.

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengatakan kejadian kerusuhan dan pembakaran di Wamena tidak hanya dirasakan oleh orang Sulsel atau Medan namun juga oleh masyarakat Papua sendiri.

"Pembakaran Wamena tidak ada masalah diskriminasi ras dan suku karena berimbas pula kepada masyarakat Papua di sana," ujarnya pada acara Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Makassar, Selasa.

Ia menjelaskan bahwa orang Papua merupakan saudara sehingga harus saling hormat menghormati demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Mantan Bupati Bantaeng dua periode itu juga mengajak agar lebih fokus dan konsentrasi kepada masyarakat Sulsel yang ada di Papua.

"Saya ingatkan kembali kepada para pejabat agar selalu menjaga keutuhan NKRI," ujarnya.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memberikan bantuan Rp1 miliar untuk korban kerusuhan di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua.

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman di Wamena, ibukota Kabupaten Jayawijaya, Senin, menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Bupati Jayawijaya Jhon R Banua.

"Mewakili Gubernur Sulawesi Selatan, kami menyerahkan bantuan Rp1 miliar sebagai solidaritas sesama untuk saling membantu," katanya. (Antara)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment