Ibu Hamil Tersangka Pengedar Shabu Asal Sulawesi Melahirkan di RSUD Mimika

Bagikan Bagikan
FD, Tersangka pengedar Shabu yang melahirkan di RSUD Mimika (Foto- Satresnarkoba Polres Mimika)
SAPA (TIMIKA) – FD, seorang wanita tersangka kepemilikan narkoba jenis shabu yang ditangkap Satresnarkoba Polres Mimika pada Kamis (12/9) lalu akhirnya melahirkan di RSUD Mimika. Pada saat diangkap di SP2, FD dalam kondisi hamil delapan bulan. FD sendiri memiliki suami yang saat ini menjadi warga binaan di Lapas Klas IIB Timika, berinisial MM alias Mus.

Kasatres Narkoba Polres Mimika, Iptu L Kordiali mengatakan, FD tetap ditahan dan diproses hukum. FD diketahui melahirkan bayi laki-laki pada Rabu (9/10) sekitar pukul 10.00 WIT.

“Kemarin sekitar jam 10 pagi melahirkan di RSUD Mimika dengan kondisi melahirkan normal, bayi laki-laki sehingga kita melakukan pembantaran penahanan,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (10/10).

Dikatakan, FD  saat ini sementara masih menjalani perawatan di rumah sakit. Setelah dinyatakan sehat oleh petugas Rumah sakit ,FD akan tetap melanjutkan proses hukumnya.

“Kami menunggu perkembangan dari RSUD dan selanjutnya FD akan dikembalikan ke ruang tahanan,” ujarnya.

Iptu Kordiali mengatakan, pihaknya masih berkoordinasi dengan keluarga maupun Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Mimika terkait perawatan dan pengasuhan bayi malang tersebut.

“Anaknya tidak mungkin dimasukkan juga dalam sel, yang salah si ibu yang mengedarkan narkoba. Untuk itu kami mnegimbau keluarga dan kerukunan KKSS agar bisa berpartisipasi membantu meringkan beban ibu yang ada di sel,” ujarnya.

Iptu L Kordiali mengatakan, apabila kedepan pihak keluarga maupun KKSS tidak bisa mengambail alih perawatan bayi tersebut, maka pihaknya akan koordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Mimika.

“Jika tidak, kita akan koordinasi dengan Pemerintah dan Dinas terkait bagaimana tindak lanjut mulai dari ASI dan lainnya,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, FD ditangkap bersama dua tersangka lainnya yakni M dan E ditempat berbeda oleh Satresnarkoba dengan total barang bukti 16,69 gram narkoba.

Akibat perbuatan tersebut, FD dijerat dengan pasal 112 ayat (2) dan pasal 114 ayat (2) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkoba dengan ancaman pidana paling lama 20 tahun penjara. Sementara Er dijerat dengan pasal 114 ayat (1), pasal 112 ayat (1), pasal 127 ayat (1). (Salma)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment