Imam Baru Keuskupan Timika Dithabis, Berharap Bisa Meneladani Santo Paulus Sebagai Pewarta Injil Tanpa Mengharapkan Upah

Bagikan Bagikan
Penthabisan Diakon dan Imam baru. (Foto: SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) – Dua Diakon dan Lima Imam baru Keuskupan Timika dithabiskan. 

Dua Frater yang dithabiskan menjadi Diakon adalah Frater Benyamin Magay, Pr dan Frater Nikolaus Wakei, Pr. Sedangkan Diakon yang menjadi imam adalah  Diakon Agustinus Delmas, Pr,  Diakon Fransiskus Uti, Pr, Pastor Agustinus Rumsory, Pr, Diakon Yuvenius Tekege, Pr, dan Diakon Herman Yosep Betu, Pr.

Uskup Keuskupan Agats, Mgr. Aloysius Murwito, OFM yang menthabiskan dua Diakon dan lima Imam ini mengharapkan agar meneladani Santo Paulus dalam menjalankan tugas pelayanan atau kegembalaan kepada umat Katolik. Dimana, meski berkaitan dengan hak, akan tetapi Santo Paulus sebagai pewarta injil berperinsip bahwa “Hak ku sebagai pewarta injil adalah mewartakan injil tanpa mendapatkan upah”.
Penthabisan Diakon dan Imam baru. (Foto SAPAAcik)

“Sikap Santo Paulus adalah sikap yang sangat baik, jika dibandingkan dengan sikap-sikap kebanyakan yang terjadi di jaman sekarang ini. Jiwa besar Santo Paulus sangat luar biasa karena dia tidak memperhitungkan apa yang telah dia lakukan meskipun itu sebagai haknya,” kata Mgr. Aloysius di Gereja Katedral Tiga Raja, Jumat (4/10).

Menurut dia, yang dilakukan Santo Paulus mengajarkan kepada Diakon dan para Imam yang dithabiskan bahwa janganlah melakukan sesuatu dengan mengingat ingat apa upah yang akan diterima. Selain pewarta injil, Santo Paulus juga melayani umat dengan habis-habisan.

“Sangat disayangkan sekali. Saat ini banyak laporan dari umat bahwa banyak pastor yang tidak menggunakan waktunya sebaik mungkin. Kalau selesai jalankan tugas sakramen maka selesailah tugasnya sehingga tidak dekat dengan umat,” tuturnya.
Penthabisan Diakon dan Imam baru. (Foto SAPAAcik)

Pantauan Salam Papua, penthabisan dihadiri oleh seluruh keluarga dan umat katolik se Timika dengan tata liturgi yang dimulai dengan pemanggilan atau pengenalan para Frater dan Diakon yang akan dithabis. Penyerahan calon oleh perwakilan orang tua dan umat. 

Dilanjutkan dengan Penerimaan calon oleh Uskup penthabis. Penyelidikan para calon. Penumpangan tangan. Doa thabisan. Pemberian Stola dan Dalmatik. Penyerahan Buku Injil. Janji Calon Imam. Pengurapan tangan. Perlengkapan peralatan misa untuk imam baru serta dilanjutkan dengan peyerahan dan pengenaan Kasula dan Stola. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment