Kapolres Mimika : TNI-Polri Siap Back up Pengamanan di Wamena dan Ilaga

Bagikan Bagikan
Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto

SAPA (TIMIKA) – Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto mengatakan TNI-Polri siap memperkuat pengamanan baik di Ilaga Kabupaten Puncak maupun di Wamena Kabupaten Jayawijaya pasca tragedi kemanusiaan yang terjadi beberapa waktu lalu dan mengakibatkan warga non asli Papua memilih mengungsi ke wilayah lain.

“Kekuatan di Mimika sangat memadai. Apabila Wamena dan Ilaga membutuhkan,  kita masih ada beberapa SSK (Satuan Setingkat Kompi) yang bisa didorong ke sana (membantu pengamanan – red),” katanya saat ditemui di Polsek KP3 Bandara Mozes Kilangin Timika, Kamis (3/10).

Pasalnya, menurut Kapolres, saat ini kondisi di Kabupaten Mimika dalam keadaan prima. Dimana situasi kamtibmas kondusif dan masih terjaga oleh aparat kemanan termasuk para satgas yang ada.

“TNI-Polri punya pasukan cukup kuat. Ditambah empat SSK Satgas Amanusa, satgas bantuan Nemangkawi, Nanggala dan Blukar sampai enam SSK, juga ada Satgas Amole yang meski konsennya di area PT Freeport tapi siap memback up,” ujarnya.

AKBP Agung Marlianto mengungkapkan, saat ini kondisi di Wamena dan Ilaga menjadi perhatian khusus. Dimana, penambahan pasukan akan diterjunkan untuk menjamin keamanan.

“Pada saat vicon di Polda, disampaikan kejadian di Wamena dan Ilaga perlu mendapat perhatian khusus karena sudah menimbulkan arus pengungsi. Karena disitu jaminan keamanan terhadap mereka seola-olah tidak ada sehingga memilih mengungsi,” jelasnya.

“Sehingga (pasukan) akan ditambah segera. Kemarin sudah ada dan hari ini juga,” ujarnya menambahkan sembari mengatakan bahwa masyarakat yang memilih mengungsi lantaran khawatir terhadap keselamatan mereka.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari pengungsi, kata Kapolres, di wilayah tersebut terdapat aparat keamanan. Kendati dmeikian, kekuatan yang ada dinilai kurang dan berkonsen di tengah kota. Sehingga membuat masyarakat khawatir.

“Pengungsi sebagian besar adalah penduduk yang tinggal di remote area dan bukan di tengah kota. Mereka khawatir dengan keselamatan mereka. Ada yang asetnya dibakar, rumahnya dibakar, mobil dan tempat usaha juga. Itu yang membuat mereka khawatir dan memilih untuk pergi,” kata Kapolres. (Salma)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment