Kemenhub Programkan Peningkatan Pelabuhan Rakyat di Asmat

Bagikan Bagikan
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Asmat Ambo Asse Manili .(Foto-Antara)

SAPA (ASMAT) - Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perhubungan Darat memprogramkan peningkatan sejumlah pelabuhan rakyat di Kabupaten Asmat, Provinsi Papua, dalam tahun anggaran 2019.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Asmat Ambo Asse Manili di Agats, Rabu, mengatakan bahwa peningkatan sejumlah pelabuhan tersebut dalam rangka mempermudah akses transportasi barang dan jasa di wilayah Asmat.

Ambo menyebutkan lima pelabuhan rakyat yang diprogramkan Kementerian Perhubungan ialah pelabuhan ferry dan penyeberangan Ewer di Distrik Agats, pelabuhan Distrik Sawa Erma, Akat dan Kolfbraza.

“Dermaga ferry akan diperbesar, terutama di sisi laut dan darat. Jadi nanti ada ruang tunggu. Lebih representatif dari sebelumnya, sehingga kapal-kapal ASDP bisa berlabuh,” kata Ambo.

Peningkatan pelabuhan penyeberangan Ewer, katanya, untuk mendukung aktivitas transportasi udara di Bandara Ewer. Dengan membangun pelabuhan dimaksud, warga (penumpang) tidak lagi ke Agats, tetapi langsung ke daerah tujuannya dengan kapal-kapal yang tersedia.

“Ke depan pesawat besar akan mendarat di Ewer, jadi perlu didukung dari sisi transportasi laut. Penumpang yang turun pesawat bisa langsung ke daerah tujuan di Asmat,” ujarnya.

Sementara peningkatan pelabuhan rakyat di Distrik Sawa Erma dalam rangka mendukung pendistribusian kebutuhan pokok dan bahan bangunan ke sejumlah daerah di pegunungan, seperti di Kabupaten Nduga.

“Begitu pun dengan peningkatan pelabuhan di Pepera, Distrik Kolfbraza. Itu untuk mendukung distribusi logistik ke Kabupaten Yahukimo dan sejumlah daerah di pegunungan,” katanya.

Ambo menambahkan bahwa rehabilitasi terhadap sejumlah pelabuhan tersebut didukung Pemerintah Kabupaten Asmat. Pemerintah setempat membebaskan lahan pelabuhan dimaksud, demi kelancaran pembangunannya.

“Peningkatannya dari sisi darat dan laut seperti ruang tunggu, jalan akses dan trester. Dengan melakukan peningkatan, kapal-kapal di atas 200 GT bisa masuk. Selain itu untuk mengurangi biaya transportasi dan menurunkan harga jual barang di pedalaman,” kata dia. (Antara)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment