Kemenristekdikti Dorong Perguruan Tinggi Kembangkan Kapasitas Literasi

Bagikan Bagikan
Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti Ismunandar memberikan orasi ilmiah di acara Dies Natalis ke-60 Universitas Tarumanagara (UNTAR) di Jakarta. (Foto-Antara)

SAPA (JAKARTA) - Kementerian Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti) mendorong perguruan tinggi negeri dan swasta untuk mengembangkan kapasitas literasi baru agar mahasiswa tidak hanya dapat memiliki kemampuan teknikal tetapi juga humanis.

"Dengan ketiga kapasitas literasi ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya memiliki kemampuan teknikal tetapi juga humanis," kata Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti Ismunandar dalam orasi ilmiah di acara Dies Natalis ke-60 Universitas Tarumanagara (UNTAR) di Jakarta, Kamis.

Ketiga kapasitas literasi baru yang dimaksud adalah literasi data, literasi teknologi dan literasi kemanusiaan.Literasi data esensinya adalah bahwa mahasiswa diharapkan dapat memiliki kemampuan untuk membaca, menganalisis dan menggunakan informasi atau big data yang katanya saat ini disebut sebagai tambang emas baru.

Dengan kemampuan literasi tersebut, mahasiswa diharapkan dapat mengeksplorasi data, baik data pengetahuan, wawasan dan informasi yang tidak muncul dengan sendirinya, melainkan harus dieksplore dan digali lebih dalam.

Sehingga dengan melek data, mahasiswa dapat memahami cara mencari dan mengidentifikasi data yang relevan dengan pendidikan.

Kemampuan literasi data tersebut juga diharapkan dapat mencegah perolehan data yang fiktif atau hoaks.

"Ini penting bagi netizen sekarang ini untuk mencegah memperoleh data-data yang fiktif atau hoaks," katanya.Kemampuan literasi berikutnya adalah literasi teknologi. Literasi teknologi diperlukan untuk memahami cara kerja mesin, aplikasi atau coding.

Sementara itu, literasi manusia perlu diajarkan agar mahasiswa memahami bahwa manusia dapat berfungsi sebagai manusia yang tidak dapat digantikan oleh robot.

Esensi dari literasi manusia adalah agar mahasiswa memiliki kemampuan untuk berempati, mampu memimpin dan memutuskan hal-hal yang tidak dapat dikerjakan oleh robot.Literasi manusia sangat dibutuhkan untuk mengatasi permasalahan bangsa yang begitu kompleks pada saat ini.

"Seperti masih banyaknya kasus korupsi, narkoba, radikalisme, intoleransi dan sebagainya," katanya.

Oleh karena itu, selain perlunya menanam kemampuan teknikal bagi mahasiswa, perguruan tinggi juga perlu menanamkan aspek kemanusiaan atau general education supaya lebih manusiawi dan berbudaya, katanya.(Antara)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment