Kepsek SMAN 2 : Sistem Zonasi di Mimika Baru Wacana

Bagikan Bagikan
Gedung SMAN 2 Mimika. (Foto: SAPA/Kristin)
SAPA (TIMIKA) – Sistem zonasi adalah sebuah sistem pengaturan proses penerimaan siswa baru sesuai dengan wilayah tempat tinggal. Sistem tersebut diatur dalam Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018 dan tujuannya agar tidak ada sekolah-sekolah yang dianggap sekolah favorit dan non-favorit.

Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 2 Mimika, Matheus Mamo mengaku pihaknya belum merasakan sistem zonasi diterapkan di Mimika.

"Untuk penerapan zonasi yang saya lihat belum maksimal dan zonasi itu kami anggap hanya sebagai wacana, karena belum ada ketegasan," jelas Matheus Mamo kepada Salam Papua, Jumat (11/10) di ruang kerjanya.

Ia menjelaskan, jika diterapkan secara baik, maka sesuai xonasi, semua siswa lulusan SMPN 3, SMP Naena Muktipura, SMPN 6 Mulia Kencana dan SMPN 12 Utikini akan mendaftar di SMAN 2 Mimika.

"Kalau itu benar-benar di terapkan, kami tidak kesulitan siswa. Aturan ini juga harus terus disosialisasikan, dimana orang tua maupun siswanya harus diberikan pemahaman. Intinya adalah komitmen dari kepala sekolah yang menerima," tuturnya.

Dikatakannya sistem zonasi akan terwujud maksimal apabila ada landasan hukumnya seperti peraturan bupati atau gubernur yang menegaskan sistem zonasi itu harus dan wajib diikuti.

"Misalnya SMP A harus masuk ke SMAN 2 dan tidak boleh masuk ke SMA lainnya. Kalau belum ada yang pegang landasan hukum spesifik seperti itu maka tidak akan maksimal karena siswa akan mengejar sekolah-sekolah yang berbobot, akhirnya sekolah lainnya tidak mendapatkan pemerataan peserta didik," kata Matheus.

Baginya, belum diterapkan secara maksimal juga karena ada kepala sekolah yang sudah tahu mengenai penerapan sistem zonasi namun tidak mensosialisasikan kepada wakasek kesiswaan.

"Intinya kami pihak SMAN 2 tetap akan menjalankan apa yang menjadi aturan, dan tetap akan memperjuangkan pendidikan para siswa yang ada di SMAN 2 dengan sebaik-baiknya dan bisa menciptakan generasi penerus bangsa yang kaya akan ilmu pengetahuan," katanya. (Kristin)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment