Miliki Hubungan Dekat Dengan Pimpinan, Ada Pegawai Honorer Berlagak Seperti Pejabat

Bagikan Bagikan
Wabup Mimika, Johannes Rettob. (Foto: SAPA/Jefri Manehat)

"Ada pegawai honorer yang tidak pernah masuk kantor, tapi gaji dan tunjangannya jalan terus. Orang semacam ini tidak bisa kita pertahankan. Karena itu semua honorer harus didata dan dievaluasi ulang"

SAPA (TIMIKA) -  Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob mengungkapkan saat ini ribuan tenaga honorer di lingkup Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Mimika dalam proses  intervarisir dan verifikasi. Hal tersebut dilakukan karena tenaga honorer masih banyak permasalahan dan harus dievaluasi.

“Ada pegawai honorer yang baru masuk namun berlagak seperti pejabat karena memiliki hubungan dekat dengan pimpinan OPD. Ini yang harus dievaluasi dan diperbaiki. Tenaga honorer sementara di intervarisir,  setelah itu baru akan dilakukan verifikasi,” kata Wabup Jhon saat ditemui di Kantor Puspem Kabupaten Mimika,  Jumat (11/10).

Wabup Jhon menegaskan, banyak pegawai honorer dilingkup Pemkab Mimika. Ada yang sudah 15 tahun mengabdi namun belum diangkat. Ada yang baru tapi sudah ada SK Bupati Mimika. Ini yang perlu diverifikasi ulang.

"Ada sebagian pegawai honorer yang dengan kebijakan dulu, langsung diangkat oleh masing-masing dinas, karena dinas sebagai pengguna anggaran. Sekarang harus ada SK Bupati tapi harus dibayar oleh dinas. Ini yang harus dievaluasi, apakah secara regulasi diperbolehkan? Ini yang harus dibenahi," kata Wabup.

"Pegawai honorer banyak, tapi tidak ada pekerjaan. Ada pegawai honorer yang rajin tapi tidak dimanfaatkan karena ketidaksukaaan terhadap orang tersebut. Sebagai pemimpin OPD, harus melihat secara rata bawahannya," tegas Wabup Jhon.

"Ada pegawai honorer yang tidak pernah masuk kantor, tapi gaji dan tunjangannya jalan terus. Orang semacam ini tidak bisa kita pertahankan. Karena itu semua honorer harus didata dan dievaluasi ulang , " ujar Wabup Jhon. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment