Nasib Bayi Baru Lahir dari Seorang Ibu Tersangka Narkoba

Bagikan Bagikan
Pengurus KKSS menemui FD yang sedang menggendong bayinya di RSUD Mimika. (Foto: SAPA/Saldi)

SAPA (TIMIKA) - Sebagai bentuk tanggung jawab antar sesama warga perantau asal Sulawesi Selatan, Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) berupaya membantu mencarikan solusi terbaik guna merawat bayi laki-laki yang baru dilahirkan FD, seorang tersangka kasus kepemilikan narkoba jenis shabu di RSUD Mimika, Rabu (9/10).

Sebelumnya, pengurus KKSS mendapat informasi dari pihak penyidik, Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Mimika terkait FD yang melahirkan anaknya di RSUD Mimika. Namun, FD kini berstatus tersangka atas kasus kepemilikan narkoba, oleh karenanya penyidik menginginkan bersama pihak kerukunan mencarikan solusi terbaik bagi bayi malang FD.

Menindaklanjuti itu, pengurus KKSS dibawah kepempinan Syamsuddin B langsung menuju ruang persalinan RSUD dimana FD melahirkan anaknya. Setiba di RSUD, pengurus berkomunikasi dengan FD yang sedang menggendong bayinya dan dijaga oleh tiga orang penyidik.

FD berharap dan menginginkan bisa merawat anaknya yang masih bayi meski berada di ruang tahanan, sedangkan hal itu tidak diperbolehkan dalam aturan yang berlaku. Karena itu, pengurus KKSS mencoba menjelaskan kepada FD agar bisa merelakan anaknya dirawat orang lain demi kebaikan sang anak. Meski saat ini KKSS masih terus berupaya menjalin komunikasi dengan keluarga FD, namun belum mendapatkan respon.

"Solusi yang kami lakukan, mencari keluarganya yang lebih dekat, sehingga bisa memelihara anak yang masih bayi ini ke depan," kata Syamsuddin usai bersama-sama penyidik mengeluarkan FD dari RSUD, Kamis (10/10).

"Kita kehabisan akal, karena keluarganya yang dihubungi, sama sekali tidak respon. Ini buat kita sulit mencari solusi. Tetapi insyaallah, kalau ada keluarga yang mau memelihara," tuturnya.

Apa yang terjadi dan dialami FD, kata Syamsuddin, juga menjadi kepedulian dan beban bersama KKSS. Oleh karenanya, kepada warga KKSS maupun warga mana saja agar yang dialami FD bisa menjadi contoh, bahwa hal-hal yang melawan hukum tidak perlu dilakukan. Bahkan, FD seharusnya bisa menjadikan pelajaran kasus narkoba lantaran suaminya sudah terlebih dahulu terjerat hukum atas kasus kepemilikan dan peredaran narkoba di Kabupaten Mimika.

"Jadi ini betul-betul kita sangat sesalkan, yang jadi korban adalah anak. Makanya saya tidak tolerir. Siapa pun orang Sulawesi Selatan melakukan hal seperti itu, kami tidak tolerir, kami tidak akan membela. Bahkan kami dukung pihak kepolisian untuk diproses secara hukum sesuai dengan hukum yang berlaku," tegas Syamsuddin.

FD sendiri saat ini meminta untuk diberikan waktu paling lambat satu bulan untuk memikirkan apakah ia bisa menyerahkan anaknya kepada orang lain untuk dirawat.

"Saya minta waktu untuk pikir-pikir dulu," ujar FD saat ditanya awak media. (Saldi)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment