Nelson Natkime Kritisi Nasib Orang Amungme dan Kamoro Yang Terpinggirkan di Atas Tanahnya Sendiri Lewat Lukisan

Bagikan Bagikan
Nelson Natkime

SAPA (TIMIKA) - Nelson Natkima putra asli Suku Amungme mengkritisi nasib orang Amungme dan Kamoro (Amor) yang dimarjinalkan dan terpinggirkan di atas tanahnya sendiri lewat lukisan. 

Mahasiswa Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta jurusan Teknik Arsitek ini menggambarkan nasib orang Amor melalui lukisan berjudul "Temea Lamenge" yang artinya "Saya Siapa?" yang dipamerkan pada pameran Aangkring Art Peoject di Bantul, Yokyakarta tanggal 3 Oktober.

Anak sulung pasangan Janes Natkime dan Kornelia Magay ini bergabung bersama seniman Papua UdeidoArt. Pameran yang disponsori oleh Aliakha Art Center dan Hapin ini bertujuan pemulihan bagi tanah Papua melalui karya seni, atas berbagai persoalan yang telah dan sedang terjadi. Dengan harapan agar luka Papua segera pulih dan Papua damai kembali sesuai dengan nama project ini yakni Udeido Art.

Melalui pesan WhatsApp ke redaksi Salam Papua, Nelson mengatakan bahwa pameran ini merupakan yang pertama di Yogyakarta. Sebelumnya pernah ada, tapi tidak mengangkat isu-isu yang berkembang saat ini di Papua. 
Lukisan Nelson Natkime

Lebih lanjut ia berharap agar pemerintah Papua lebih mengapresiasi seniman-seniman Papua agar kedepannya bisa menumbuhkan seniman-seniman handal di Papua.

"Di Papua saya melihat seniman dipandang sebelah mata, oleh karena itu perlu ada perhatian pemerintah, baik provinsu maupun kabupaten/kota," ungkap mahasiswa kelahiran Tembagapura tanggal 9 Mei 1999 ini. 

Sedangkan Selinus Natkima sebagai Kakak dari Nelson mengaku, sangat bangga dan turut mendukung apa yang dilakukan adiknya termasuk anak-anak Papua lain. 

Menurut Selinus, anak Mimika dan Papua umumnya harus terus maju melangkah sehingga suara masyarakat akar rumput dapat didengar oleh pemerintah.

"Lukisan itu suatu gambaran yang menyuarakan keadaan masyarakat Papua ataupun orang Amor. Keadaan dan suara itu perlu dilihat, didengar dan dijawab pemerintah. Saya salut dan bangga apa yang dilakukan adik-adik saya termasuk Nelson," ungkap Selinus. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment