Pengungsi Kerusuhan Wamena Bersyukur Dapat Aliran Bantuan

Bagikan Bagikan
Bantuan dari Presiden untuk Jayawijaya. (Foto-Antara)

SAPA (WAMENA) - Warga korban kerusuhan yang mengungsi di Markas Kodim 1702/Jayawijaya di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, bersyukur karena bisa memenuhi kebutuhan harian berkat aliran bantuan dari pemerintah.

"Kita mengungsi ke Kodim dan syukur karena Kodim menyediakan kebutuhan pakaian, sabun, makana, dan minuman," kata Nuraini, warga yang mengungsi di Kodim 1702/Jayawijaya, Jumat.

"Hari pertama saja yang kita lapar karena belum ada persediaan dari pemerintah," ia menambahkan.

Saat kerusuhan melanda Wamena pada 23 September 2019, Nuraini keluar dari rumah dengan hanya membawa baju di badan. Rumah dan harta bendanya hangus terbakar.

"Bingung mau kembali ke mana karena kita punya tempat sudah terbakar," katanya.

"Kita tidak tahu mau kemana, segala yang kita miliki sudah habis terbakar."

Ia kemungkinan akan meninggalkan Wamena kalau ibu kota Jayawijaya itu tidak aman lagi.

"Kita masih pikir-pikir apakah bertahan di sini atau tidak. Tetapi kalau tidak aman mungkin kita akan di kampung terus," katanya. (Antara)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment