Penyerangan Wiranto, Agum: Ancaman Seperti Ini Kuncinya Intelijen

Bagikan Bagikan
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar. (Foto-Antara)

SAPA (JAKARTA) - Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar mengatakan kunci menghadapi ancaman seperti yang menimpa Menko Polhukam Wiranto adalah intelijen.

Intelijen kata dia bisa dijadikan sebagai dasar untuk mencegah teror itu terjadi. Namun kejadian yang terjadi terhadap Wiranto tidak pula musti dicap sebagai "kecolongan".

Menurut Agum, teror itu bisa terjadi kapan saja di mana saja, dengan cara apa saja serta terhadap siapa saja.

Mengenai kondisi medis, Agum mengatakan Wiranto harus menjalani operasi yang cukup besar,  yang membutuhkan waktu penanganan tiga jam.

Sebelumnya, pada Kamis 10 Oktober 2019, Wiranto diserang oleh orang tidak dikenal ketika kunjungan kerja ke Pandeglang, Banten.

Wiranto dikabarkan terkena dua tusukan benda tajam di perut akibat penyerangan tersebut. Ia awalnya mendapatkan perawatan di RSUD Berkah, Pandeglang, kemudian dirujuk ke RSPAD Gatot Soebroto Jakarta.(Antara)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment