Pesawat Perintis Mulai Terbang ke Ilaga, Hari Ini 116 Warga Pengungsi Puncak Tiba di Timika

Bagikan Bagikan
Pengungsi dari Ilaga tiba di Timika menggunakan maskapai penerbangan perintis. (Foto: SAPA/Saldi)

SAPA (TIMIKA) – Hari ini, Kamis (3/10), sejumlah maskapai penerbangan perintis mulai beroperasi terbang ke Ilaga, Kabupaten Puncak setelah sempat beberapa hari yang lalu menghentikan penerbangan lantaran situasi keamanan di daerah itu kurang kondusif. 

Setelah beberapa maskapai kembali membuka penerbangan ke Ilaga, hari ini sebanyak 116 warga pengungsi dari Kabupaten Puncak tiba di Timika menggunakan 11 sortie penerbangan perintis.

Sebelumnya, maskapai perintis yang terus aktif meski situasi di Ilaga sedang terganggu oleh kelompok bersenjata, adalah Dabi Air Nusantara. Maskapai itu menjalin kerjasama dengan Pemkab Puncak sehingga terus melakukan pelayanan ke daerah itu. Kini, maskapai perintis Jhonlin Air Transport, Alda Trans Papua dan Dimonim Air kembali beroperasi melayani rute penerbangan Timika-Ilaga-Timika.

Sejak pagi hingga siang, tiga maskapai tersebut bersama Dabi Air Nusantara telah mengangkut sebanyak 116 pengungsi Ilaga yang terdiri dari 101 orang dewasa dan 15 anak-anak. Rata-rata para pengungsi dari Ilaga tersebut saat tiba di Timika langsung dijemput oleh keluarga masing-masing. Jika tidak memiliki keluarga, pihak paguyuban siap menampung mereka untuk mengungsi sementara. 

Salah satu warga pengungsi dari Ilaga, Sudarman, mengatakan, saat ini masih banyak warga Puncak yang mengungsi di pos-pos TNI-Polri maupun masjid menunggu mendapatan penerbangan untuk turun ke Timika. 

Menurut dia, situasi di Ilaga masih sama seperti sebelumya, belum dapat dipastikan benar-benar aman dari gangguan kelompok bersenjata meski Bupati Puncak, Willem Wandik dalam arahannya kepada warga menjamin situasi Puncak sudah aman.

“Dia (Bupati) pidato, belum ada 20 menit bilang aman, waktu dia ke masjid bilangnya aman, tidak sampai 20 menit ada kebakaran, ada penembakan, aman bagaimana itu,” ujar Sudarman saat ditemui di terminal kedatangan Bandara Mozes Kilangin Timika. 

Hal itu ditambah lagi adanya peristiwa tadi malam, terjadi lagi aksi pembakaran bangunan diduga oleh kelompok bersenjata di kampung Kimak serta disusul dengan suara tembakan. 

Hal yang sama juga disampaikan oleh para pengungsi lainnya dari Ilaga, yang menyebabkan mereka lebih memilih meninggalkan Ilaga untuk sementara waktu. (Saldi)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment