Tidak Kebagian Proyek Pembangunan, Anak Asli Mimika Kecewa

Bagikan Bagikan
Agus Anggaibak. (Foto:SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) – Tidak kebagian dalam mengerjakan proyek pembangunan di Kabupaten Mimika, anak asli Mimika mengaku kecewa.

Agus Anggaibak yang merupakan pegawai Setwan DPRD dan mengaku telah mempunyai CV mengatakan, sejak lama mengajukan proposal untuk menangani proyek pembangunan, tapi tidak diakomodir oleh Pemkab Mimika.

“Contohnya sekarang ada pembangunan pagar dan penampungan air di belakang gedung DPRD. Itu dibangun oleh kontraktor dari PTFI. Terus kami yang anak asli ini mau bikin apa? Apa kami hanya sebagai penonton,” ungkapnya kepada Salam Papua di Kantor DPRD, Jumat (4/10).

Padahal berdasarkan aturannya, untuk peroyek dengan nilai 500 juta ke atas harus melalui proses pelelangan. Sedangkan untuk yang bernilai 500 juta harus melalui penunjukan langsung dan dikhususkan kepada kontraktor orang asli Papua (OAP). 

Menurit Agus, aturan itu hanya diterapkan pada jaman kepemimpinan Bupati Klemen Tinal. Sementara yang terjadi sekarang menurut dia, banyak proyek besar dan kecil saat ini hanya dilakukan oleh kontraktor tertentu. Sedangkan kontraktor OAP sama sekali tidak terakomodir. 

Ia mengatakan jika kontraktor OAP dinilai tidak berkompoten, maka perlu dibina sehingga bisa ikut bekerja dalam membangun Mimika.

Karena itu, ia berharap agar Bupati Mimika bisa memberikan arahan yang baik kepada seluruh pimpinan OPD selaku bawahannya sehingga bisa mengakomodir OAP khususnya anak asli Mimika untuk ikut membangun.

 “OPD itu kebanyakan menunjuk keluarga atau kenalannya saja. Padahal kita yang asli Mimika ini juga mempunyai CV dan telah masukan proposal, tapi tidak pernah diakomodir. Padahal kami ini anak asli,” tuturnya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment