TNI AU Evakuasi 13 Guru dan Keluarganya dari Ilaga ke Timika

Bagikan Bagikan
Helikopter jenis Caracal milik TNI AU mengevakuasi tenaga guru dari Ilaga. (Foto: SAPA/Saldi)

SAPA (TIMIKA) - Pesawat helikopter jenis Caracal milik TNI AU, Rabu (2/10), melakukan evakuasi terhadap tenaga guru beserta keluarganya dari Ilaga, Kabupaten Puncak menuju Timika, Kabupaten Mimika. 

Sebanyak 13 orang yang terdiri dari sembilan tenaga guru beserta keluarganya itu, kini ditampung sementara di posko pengungsi Lanud Yohanis Kapiyau Timika sambil menunggu pihak keluarga atau paguyuban yang ada di Mimika. 

"Caracal hari ini melakukan 2 sortie penerbangan ke Ilaga mengangkut 13 personel tim guru di Ilaga untuk dibawa ke Timika," kata Danlanud Yohanis Kapiyau Timika, Letkol Pnb Sugeng Sugiharto.

Seorang tenaga guru dari salah satu SMA di Kabupaten Puncak, Edy Wahono, menjelaskan ia bersama rekan-rekannya merupakan tenaga guru perintis rekrutan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang diminta Pemkab Puncak. 

Gelombang pertama, mereka dikontrak bertugas di Ilaga selama 6 tahun sejak 2013 dan berjumlah sekitar 33 orang. Selanjutnya gelombang kedua yang merupakan Guru Penggerak Daerah Terpencil (GPDT) ada sekitar 60-an orang, namun seiring waktu banyak yang telah pulang.

"Kalau pertama kita 33 orang, terus ada sekitar 60 sekian. Karena ada kondisi tertentu sehingga ada yang pulang," kata Edy di posko pengungsi Lanud Yohanis Kapiyau Timika. 

Edy menceritakan, pasca-peristiwa penembakan tukang ojek di Ilaga pada Kamis, 26 September 2019 membuat situasi di Kabupaten Puncak mencekam. Rekan-rekannya yang lain kemudian memilih mengungsi ke pos-pos aparat keamanan maupun masjid. 

Edy yang belum mengetahui situasi itu, akhirnya pada Sabtu, 28 September 2019 baru mengetahui. Kemudian saat itu juga ikut mengungsi sambil berkoordinasi dengan rekan-rekannya untuk mencari penerbangan turun ke Timika. 

"Jumat (27/9) malam teman-teman pada mengungsi, kita pun tidak tahu. Ditelepon teman, kemudian kita diam-diam turun ke Ilaga," katanya. 

Melihat situasi Kabupaten Puncak seperti saat ini, Edy bersama rekan-rekannya berniat pulang kampung. Selanjutnya jika kondisi sudah aman, ia akan berkoordinasi lagi apakah kembali ke Ilaga atau tidak. 

"Kami pulang ke kampung dulu. Kemarin kan koordinasi, kalau ada situasi seperti itu bisa pulang," ujarnya. (Saldi)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment