Warga Banten Yang Siap Dipulangkan Dari Papua Bertambah Menjadi 23 Jiwa

Bagikan Bagikan
Tim Kemanusiaan Pemrov Banten melakukan pendataan warga Banten yang berada di Papua, sebanyak 23 warga Banten 23 warga Banten minta dipulangkan dari Papua ke Banten. (Foto-Antara)

SAPA (SERANG) - Tim Kemanusiaan Pemprov Banten kembali melakukan penyisiran pada hari kedua di posko-posko pengungsian di Papua, hasilnya jumlah warga Banten terdampak kericuhan Wamena ada 25 orang, namun hanya 23 orang diantaranya yang mau dipulangkan. Dua orang sisanya tetap bertahan di rumah keluarganya di Sentani karena alasan pekerjaan.

“Yang kita pulangkan 23 jiwa, dan yang dua tetap di sini bersama keluarganya di Sentani,” kata Ketua Tim Kemanusiaan Pemprov Banten E Kusmayadi yang berada di posko Kemanusiaan Provinsi Banten di Sentani, Jayapura, dalam siaran pers yang diterima di Serang, Jumat.

Kusmayadi menjelaskan bahwa kepulangan mereka akan dilakukan dalam dua gelombang. Gelombang pertama dilakukan pada Minggu (6/10) sebanyak 21 orang dan gelombang dua dilakukan Senin (7/10) sebanyak dua orang.

"Yang bertahan di sini kita berikan santunan sebesar Rp5 juta," kata dia.

Bantuan tersebut, kata Kusmayadi, sebagai bentuk perhatian Pemprov Banten kepada warga Banten. Saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta, para warga yang dipulangkan akan disambut langsung oleh Gubernur Banten Wahidin Halim.

"Ini bentuk perhatian Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur kepada masyarakatnya dimanapun mereka berada,” kata dia.

Pascakepulangan, pihak Pemprov akan berkoordinasi dengan Pemkab Serang dan Pemkot Serang untuk dilakukan pembinaan perekonomian lebih lanjut agar memiliki usaha di kampung halaman.

Lebih lanjut, Kusmayadi menjelaskan bahwa diantara dua orang yang tidak pulang ke Banten tersebut lantaran memilih ikut keluarganya di Sentani, Jayapura. Sementara satu warga lainnya karena masih bertugas yakni mengajar.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten Nurhana menambahkan, pihaknya sudah mengupayakan untuk membawa mereka kembali ke Banten. Namun tidak bisa dipaksakan karena mereka telah memilih sendiri.

“Jadi mereka ikut keluarganya yang ada di sini. Tapi kita sudah jemput dari Wamena,” kata Nurhana.

Sebelumnya tim k3manusiaan dari Banten tiba di Bandara Sentani, Jayapura, Kamis (3/10). Tim kemanusiaan Pemprov Banten menyisir pendataan warga Banten yang tertahan pasca kerusuhan Wamena dan sekitar Papua.

Penyisiran yang dibantu aparat TNI ini dimulai dari Posko Pengungsian di Masjid Aqsa, Sentani Jayapura, pos 751 Batalion Rider dan pengungsian Tabita. Kemudian, menyisir Pos Lanud Auri Pangkalan TNI AU Silas Papare Seksi Angkutan, dan terakhir di Lantamal TNI AL Ahmadi, Jayapura. (Antara)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment