Warga Maluku di Sidney Akan Galang Dana Untuk Korban Gempa Ambon

Bagikan Bagikan
Basudara Maluku Global di Sidney Australia. (Foto-Antara)

SAPA (AMBON) - Masyarakat Maluku yang tergabung dalam perkumpulan Basudara Maluku Global di Sidney, Australia akan menggalang dana bagi korban terdampak gempa magnitudo 6,5 yang mengguncang Pulau Ambon dan sekitarnya pada 26 September 2019.

Ketua Basudara Maluku Global di Sidney, Australia, Iwan Muskitta saat dihubungi melalui sambungan telepon dari Ambon, Kamis, mengatakan pihaknya sedang mempersiapkan pelaksanaan malam penggalangan dana bagi para korban gempa.

Tidak hanya orang-orang Maluku, acara malam penggalangan dana akan melibatkan semua warga negara Indonesia yang berkediaman di Sidney.

"Kami sementara menyiapkan malam penggalangan dana, sebelum akhir bulan ini sudah bisa dilaksanakan. Tidak hanya yang berasal dari Maluku, tapi semua orang Indonesia di sini akan dilibatkan," ucap Iwan.

Sejak gempa bumi magnitudo 6,5 mengguncang Pulau Ambon dan sekitarnya pada 26 September 2019, Basudara Maluku Global di Sidney diketahui telah dua kali mengirimkan bantuan dana ke Ambon, guna penyediaan barang-barang kebutuhan tanggap darurat bencana bagi pengungsi di beberapa desa sekaligus.

Mereka juga memberikan santunan uang tunai kepada satu kepala keluarga, pengungsi bencana gempa di Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu (Pulau Ambon), Kabupaten Maluku Tengah yang rumahnya terbakar habis.

Bantuan dana yang telah dikirimkan ke Ambon, terang Iwan, selain dari orang-orang Maluku, juga berasal dari masyarakat Manado yang tergabung dalam perkumpulan Manly Manado Society di Sidney.

"Selain bantuan fisik, kami sadar bantuan yang tidak kalah penting adalah pemulihan psikis karena sebagian besar pengungsi mengalami trauma. Kami sedang memikirkan untuk menyediakan psikater melalui jaringan kami," jelasnya.

Dikatakannya lagi, sebagai kawasan berpotensi gempa, pengetahuan mengenai kegempaan dan mitigasi bencana di Maluku perlu ditingkatkan, baik melalui sosialisasi maupun pendidikan di sekolah-sekolah agar masyarakat lebih siap menghadapinya, seperti halnya di Jepang.

"Pengenalan terhadap gempa perlu lebih ditingkatkan, menjadikannya sebagai bagian dari gaya hidup sehingga ketika ada bencana gempa masyarakat kita jauh lebih siap, seperti di Jepang misalnya, mereka sudah terbiasa dengan gempa," ujar Iwan.

Basudara Maluku Global adalah perkumpulan diaspora Maluku di berbagai penjuru dunia yang dibentuk pada 2017, dan telah melaksanakan program "Focus Eastern Indonesia" yang bertujuan mendukung kemajuan pembangunan di kawasan timur Indonesia.

Melalui program Focus Eastern Indonesia, Basudara Maluku Global mempertemukan pemerintah daerah, pelaku bisnis dan usaha dari kawasan timur Indonesia dan Australia di Sidney, pada Maret 2019 guna membahas peluang investasi dan perdagangan antara dua wilayah tersebut.

Kegiatan itu kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan pendidikan vokasi bagi masyarakat dari kawasan timur Indonesia, di Kedutaan Besar Australia di Jakarta pada Juli 2019.(Antara)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment