Baru 30 Persen Anak Mimika Yang Memiliki KIA

Bagikan Bagikan
Kepala Bidang Adminduk Disdukcapil Kabupaten Mimika,  Hilar Limbong Allo. (Foto : SAPA/Kristin)

SAPA (TIMIKA) - Hingga kini baru 30 persen anak Mimika yang memiliki Kartu Identitas Anak (KIA). Hal ini berdasarkan perkiraan presentase jumlah dari Dinas Kependudukan dsn Catatan Sipil (Disdukcapil).

Kepala Bidang Adminduk Disdukcapil Kabupaten Mimika,  Hilar Limbong Allo pada Rabu (20/11) mengatakan pihak Disdukcapil siapkan sebanyak 30.000 blangko untuk pembuatan KIA.

"Dari 30.000 blangko yang kami siapkan, sudah sekitar 10.000 yang mencetak KIA sehingga presentasinya kira-kira sudah 30 persen," jelas Hilar.

Dikatakan saat ini masih terdapat banyak blangko kosong di Disdukcapil dikarenakan nantinya Disdukcapil yang mencetak sendiri. 

"Saat ini teman-teman dari Disdukcapil sedang turun ke masing masing sekolah, kumpulkan data kemudian langsung dibantu untuk mencetak. Ada pula warga yang memiliki antusias untuk datang langsung ke Kantor Dosdukcapil untuk urus KIA," ujar Hilar.

Ia berharap 30.000 blangko yang sudah disiapkan tersebut bisa kena ke seluruh anak kecil yang ada di Mimika dan bulan Desember 2019 mendatang semua anak sudah memilki KIA. 

"Kalaupun blangkonya habis, maka kita akan minta lagi. Karena KIA kita cetak sendrii dari dana DAK sehingga kalau memang kita lihat kurang ya kita tambah lagi," tuturnya.

Hilar mengimbau baik pihak keluarga maupun sekolah harus bisa sama-sama membantu anak-anak mengurus KIA dengan  melampirkan KK dan Akte lahir yang berbasis NIK.

Untuk Ke pedalaman belum semua distrik bisa dijangkau, namun Hilar mengatakan pihaknya akan  berusaha untuk menjangkau semua.

Hilar juga kembali menjelaskan KIA diterbitkan dalam dua versi, yaitu untuk anak usia 0-5 tahun dan anak usia 5-17 tahun.

"Masa berlaku kartu ini ternyata juga berbeda. Masa berlaku KIA bagi anak usia kurang dari 5 tahun akan habis ketika usia mereka menginjak 5 tahun. Sementara bagi anak usia di atas 5 tahun, maka masa berlakunya akan habis sampai anak berusia 17 tahun kurang satu hari," ujarnya.

Kemudian ketika anak berulang tahun yang ke-17, KIA akan secara otomatis diubah menjadi KTP. Hal ini karena nomor yang tertera di KIA akan sama dengan yang ada di KTP.

Secara umum, KIA memiliki kegunaan yang sama dengan KTP. Menurut Permendagri nomor 2 tahun 2016, penerbitan KIA dapat melindungi pemenuhan hak anak, menjamin akses sarana umum, hingga untuk mencegah terjadinya perdagangan anak. Kartu ini juga dapat menjadi bukti identifikasi diri ketika sewaktu-waktu mengalami peristiwa buruk.

"Tak hanya itu. KIA juga berguna untuk memudahkan anak mendapatkan pelayanan publik di bidang kesehatan, pendidikan, imigrasi, perbankan, dan transportasi," tuturnya. (Kristin)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment