BI sebut Ekonomi Papua Barat Tumbuh Positif

Bagikan Bagikan
Kepala BI Perwakilan Papua Barat, Donny Heatubun pada Temu Responden Bank Indonesia di Manokwari. (Foto-Antara)

SAPA (MANOKWARI) - Bank Indonesia (BI) mencatat perekonomian Papua Barat pada triwulan III tahun 2019 mengalami pertumbuhan cukup positif.

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Papua Barat, Donny Heatubun di Manokwari, Selasa mengatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) ekonomi Papua Barat tahunan pada triwulan tiga tumbuh sebesar 2,9 persen.

"Ini jauh meningkat dibanding triwulan sebelumnya. Pada triwulan II 2019 perekonomian kita minus 0,5 persen. Bisa meningkat menjadi 2,9 persen ini lumayan besar," kata Donny pada kegiatan Temu Responden Bank Indonesia tersebut.

Perekonomian Papua Barat tanpa Migas, lanjut Donny, mengalami pertumbuhan sangat signifikan yakni 5,7 persen dari triwulan III tahun 2018 ke triwulan III 2019.

"Sangat signifikan, jika kita melihat pertumbuhan ekonomi nasional secara umum yang berada pada angka 5,2 persen.

Ia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Papua Barat didorong oleh tingginya pembentukan modal tetap bruto serta membaiknya ekspor dan impor luar negeri.

Dari sisi lapangan pekerjaan, sebut Donny, seluruh sektor utama pun mengalami peningkatan. Penopang terbesar pertumbuhan terjadi pada sektor konstruksi dan perdagangan.

"Dua sektot ini kenaikanya sangat signifikan. Kita berharap dari tahun ketahun akan terus berkembang," ucap Kepala BI pada kegiatan yang dihadiri Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani tersebut.

Sedangkan untuk inflasi, kata Donny, data tahunan pada Oktober tercatat sebesar 2,5 persen.

Menurut dia, inflasi di Papua Barat cukup rendah dan terkendali. Bahkan bisa bertahan di bawah rata-rata nasional.

"Terima kasih kami sampaikan kepada pemerintah daerah serta semua pihak. Papua Barat tahun ini berhasil kendalikan inflasi," ujarnya menambahkan.

Donny menyebutkan, masih ada satu tantangan dalam waktu dekat yakni hari raya Natal dan tahun baru. BI mengajak semua pihak mendukung upaya pengendalian inflasi.

"Target nasional 3,5 persen di akhir tahun. Papua Barat harus kita bekerja keras, bersama-sama kita jaga agar inflasi kita lebih rendah dari target nasional," pungkasnya.(Antara)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment