Disdukcapil Mimika Lakukan Pemutahiran Data Penduduk di Tiga Kelurahan

Bagikan Bagikan
Suasana rapat koordinasi untuk pemutahiran data penduduk di Pasar Sentral. (Foto: SAPA/Kristin)

SAPA (TIMIKA) - Untuk menertibkan data penduduk yang kini belum maksimal, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Mimika, melakukan Kegiatan Pemutahiran Data Penduduk di tiga kelurahan yakni Distrik Mimika Baru, Kelurahan Pasar Sentral dan Kelurahan Timika Indah.

Kepala Bidang Adminduk Disdukcapil Kabupaten Mimika,  Hilar Limbong Allo pada Rabu (20/11) menjelaskan Pemutahiran Data Penduduk tersebut merupakan salah satu kegiatan tahun 2019.

"Untuk tahun ini kami hanya turun di tiga kelurahan saja dan terakhir adalah di Kelurahan Pasar Sentral," jelas Hilar.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk memvalidasi data, kemudian memverifikasi data yang sering berubah - ubah karena adanya penduduk yang berpindah - pindah dan beberapa masalah lainnya.

"Kami lakukan ini supaya data bisa lebih akurat, karena dari data dokumen di sistim kami ternyata banyak yang belum sesuai dengan data warga, mungkin pindah alamat." katanya.

Ia berharap dengan adanya kegiatan pemutahiran data yang meskipun hanya dilaksanakan di tiga kelurahan saja, namun tiga kelurahan tersebut bisa menjadi kelurahan percontohan untuk kelurahan lainnya.

"Banyak warga yang bahkan tidak tau mereka masuk di RT mana, RW mana, dan ini juga merupakan satu harapan kami untuk bisa selesaikan masalah ini," tuturnya.

Hilar mengatakan para ketua RT yang sudah diberikan kepercayaan sebagai ujung tombak pemerintah yang paling terkecil, bisa bekerja dengan langsung mendatangi warga masing-masing, sekalian selain mendata warganya di lapangan, juga bisa menginformasikan kepada warga bahwa mereka masuk di RT mana dan lebih bisa ada komunikasi dan kedekatan antar RT dan warganya.

Dalam kegiatan tersebut, pihak Disdukcapil melalui kelurahan masing - masing mengumpulkan semua RT untuk memberikan edukasi untuk melaksanakan pemutahiran data teraebut.

"Jadi kami kasih waktu dua minggu untuk mereka mengunjungi rumah warga secara langsung, kemudian mengambil data kependudukan dengan menggunakan data acuan dari Disdukcapil yakni Sistem Informasi Administrasi (SIA) jika ada yang sudah tidak terdaftar maka harus di cek, begitupun jika ada penambahan warga baru," tuturnya. (Kristin)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment