Ketua DPRD Mimika Minta Masyarakat Tidak Tolak Pemekaran Provinsi Papua Tengah

Bagikan Bagikan
Elminus B Mom (Foto: SAPA/Acik).

SAPA (TIMIKA)  -  Ketua DPRD Mimika, Elminus B Mom minta kepada masyarakat agar tidak menolak pemekaran Provinsi Papua Tengah lantaran pemekaran dilakukan untuk memberi peluang bagi generasi muda di Mimika.

Dijelaskan bahwa, agenda pemekaran Provinsi Papua Tengah sudah ada sejak lama, tapi karena kurangnya SDM, maka ditunda. Namun, saat ini telah banyak anak-anak Mimika yang selesai menempuh pendidikan dan kembali ke kampung masing-masing sehingga mereka semua yang berpeluang untuk bersama-sama membangun Provinsi Papua Tengah yang akan beribukota di Mimika.

“Memang kita tahu dalam persoalan ini masyarakat ada yang terima dan ada yang tolak. Pemekaran ini untuk memberikan peluang kepada anak-anak kita. Pemekaran Provinsi Papua Tengah tetap jalan, kemudian dibentuk Mimika Timur dan Barat termasuk Wali Kota. Jadi ini peluang bagus,” jelasnya via telepon, Jumat (15/11).

Menurut dia, jika pemekaran Provinsi hanya di Pegunungan Tengah, maka otomatis Kabupaten Paniai termasuk Mimika akan bergabung ke Provinsi Pegunungan Tengah dan ibu kotanya di Wamena. Apalagi berdasarkan budaya, Mimika merupakan wilayah Mepago dan Jayawijaya adalah wilayah Lapago.

“Makanya tujuh Bupati dan tujuh DPRD sudah sepakat untuk Mimika ini jadi ibukota Provinsi Papua Tengah. Jadi masyarakat tidak boleh lagi dengar isu-isu negatif yang berkembang,” tuturnya.

Mimika dijadikan sebagai ibu kota Provinsi juga mengingat, Mimika sebagai pusat pergerakan  perekonomian, transportasi udara, darat dan laut. Dengan demikian, dana bagi hasil sebanyak 51 persen dari PTFI tetap dikelola di Timika tanpa harus dibagi dari Provinsi lain.

“Masyarakat tidak boleh ikuti pengaruh yang hanya merugikan masyarakat itu sendiri.  Sekarang sebanyak tujuh Bupati dan tujuh DPRD sedang ada di Kementerian dan Presiden juga telah tandatangan. Makanya nanti akan dibuka secretariat dan laksanakan sosialisasi kepada masyarakat,” katanya.

Selanjutnya, ia meminta agar aparat keamanan Mimika tetap berjaga-jaga akan adanya aksi masyarakat. Jika ditemukan adanya oknum yang memprakarsai aksi demo, maka harus ditangkap dan diproses hukum. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment