Lemasa Dukung 100 Persen Perubahan LPMAK jadi YPMAK

Bagikan Bagikan
Ketua Lemasa Kabupaten Mimika, Odyzeus Beanal. (Foto: SAPA/Kristin)

SAPA (TIMIKA) - Ketua Lembaga Adat Suku Amungme (LEMASA), Odyzeus Beanal mengatakan pihak Lemasa mendukung penuh perubahan Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) menjadi Yayasan Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK).

"Kami dalam kepemimpinan saya, sangat mendukung perubahan LPMAK jadi YPMAK seratus persen dan harus terwujud sebelum 2020 karena itu untuk pembenahan menuju ke perubahan yang baru. Kemudian pekerjaan kita bisa dilaksanakan secara efektif dan efisien tepat guna, untuk masyarakat Amungme, Kamoro, suku kerabat dan Papua lain," katanya dalam jumpa pers, Senin (18/11) di Kantor Lemasa.

Hal ini diutarakan lantaran akhir akhir ini Odyzeus melihat banyak pihak yang menyampaikan pendapat dari masing - masing perwakilan baik lembaga adat, maupun tokoh tokoh masyarakat.

Menurut Odyzeus, perubahan menjadi Yayasan bisa terjadi ketika  yang dilihat suatu lembaga tidak bekerja evektif dan efisien. Kemudian adanya masalah didalam suatu lembaga ataupun temuan sehingga membuat suatu lembaga harus berubah menjadi Yayasan.

"Proses perubahan tentunya ada banyak hal yang dipertinbangkan, didiskusikan kemudian dibahas untuk mendapatkan solusi yang tepat sehingga bisa memberikan manfaat yang lebih baik  kepada masyarakat," ujarnya.

Odyzeus mengatakan yang dilihat dalam LPMAK ada birokrasi yang besar, kemudian banyaknya perwakilan yang ada di dalam manajemen LPMAK kemungkinan memiliki kepentingan diluar untuk masyarakat, sehingga anggaran yang dianggarkan untuk membantu masyarakat baik dari sisi pendidikan, kesehatan dan ekonomi tidak terjangkau.

"Karena pihak-pihak yang tidak berkepentingan itu pasti menggunakan kepentingannya mengambil bagian untuk mengelola dana tersebut, sehingga masyarakat tidak dapatkan itu, akhirnya kadang terjadi demo, beda pendapat kemudian masyarakat menjadi korban berujung pada selalu timbul rasa kecewa dan emosional itu sangat tinggi. sehingga selalu memilih jalan untuk lakukan sesuatu yang sifatnya ekstrim," katanya.

Ekstrim, lanjut Odizeus itu bukan karena dasar sifat masyarakat begitu akan tetapi karena kekecewaan dan masalah yang menumpuk sehingga mereka merasa bahwa tidak bisa hanya lihat dan diamkan.

Melihat tersebut baik Lemasa, Lemasko maupun LPMAK merasa bahwa pentingnya ada perubahan itu untuk efektifitas dan efisiensi dalam penggunaan anggaran itu sehingga bisa tepat sasaran dan tepat guna, sehingga diputuskan untuk adanya perubahan lembaga ke Yayasan.

"Saya harap tidak ada yang memprovokasi dan saya yakin masyarakat yang jadi korban pasti ingin ada satu perubahan. Siapapun yang provokasi adalah orang yang hanya bicara kepentingan pribadi dan kelompok, bukan kepentingan masyarakat. Intinya perubahan itu baik untuk masyarakat dan itu dijamin," tuturnya.

Karena kata Odyzeus kedepannya fungsi pengawasan akan lebih baik kerena YPMAK akan bertanggung jawab kepada Lemasa, Lemasko, PTFI.

"Jadi nantinya tidak lagi ada pihak-pihak yang berkepentingan lagi tetapi yang ada adalah pihak pihak yang punya hak untuk dapat anggaran yaitu Lemasa sebagai perwakilan Amungme, Lemasko sebagai perwakilan Kamoro yang punya tanah, gunung dan sungai sedangkan PTFI yang punya dana," ujarnya.

Pertanggungjawaban akan diberikan sehingga kedepannya PTFI, Lemasa dan Lemasko, adalah setara sesuai dengan yang tercantum di MoU 2000 yang merupakan kesepakatan bersama di awal tahun 2000 MoU itu dibuat, dan akhirnya 20 tahun kemudian perubahan  bisa terjadi.

"Itu terjadi karena tekanan yang begitu besar dari masyarakat kepada LPMAK, Lemasa, Lemasko dan perusahan. Sehingga jika ada pihak yang tidak setuju atau alasan apapun, lebih baik ikuti dulu proses perubahan ini,  tidak mungkin perubahan terjadi kalau sifatnya merugikan. Kita mau perubahan untuk lebih baik," tuturnya.

"Apapun itu kalau sudah jadi yayasan nanti kita sama sama awasi, dan kita sama sama memberikan saran kritik untuk pelayanan yang lebih maksimal," ucap Odyzeus. (Kristin)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment