Masyarakat Amungme Diajak Pahami Prosedur dan Aturan Terkait Pendirian Yayasan

Bagikan Bagikan
Karolus Tsunme. (Foto: SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) – Ketua Umum Lembaga Masyarakat Adat Suku Amungme (Lemasa), Karolus Tsunme menyampaikan bahwa masyarakat Amungme diajak untuk memahami aturan main tentang pendirian dan kepengurusan suatu Yayasan.

Melalui rilis yang dikirim ke redaksi Salam Papua, Karolus menjelaskan bahwa ada ketentuan yang mengatur tentang setiap anggota Organ Yayasan yang diketahui melanggar ketentuan. Ketentuan yang dimaksud sebagaimana tertuang dalam Pasal 5. Setiap pelanggar bisa dikenai tindak pidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun. 

“Saya sangat mengapresiasi  kepada pendiri, pembina, pengawas dan komisaris Yayasan Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme (YLMASA) yang diselenggarakan pada tanggal 14 November lalu. Karena itu merupakan upaya yang bagus. Seluruh rangkaian kegiatan yang diselenggarakan saat itu  semua berdasarkan aturan Yayasan,” jelasnya, Selasa (19/11).

Menurut dia, dalam UU nomor 16 tahun 2001 dan UU nomor 28 tahun 2004 tentang pendirian Yayasan, pada pasal 2 berbunyi menekankan bahwa yayasan mempunyai Organ yang terdiri dari  Pembina, Pengurus dan Pengawas. Kemudian Pembina, Pengurus, Pengawas dan Komisaris  di larang merangkap sebagai anggota Direksi atau pengurus atau anggota Dewan Komisaris atau pengawas dari Badan Usaha sebagaimana di maksud dalam ayat 1 dan ayat 2. Selanjutnya, yayasan didirikan oleh satu orang atau lebih dengan memisahkan sebagian harta kekayaan pendirinya sebagai kekayaan awal sebagaimana diatur pada Pasal 9 ayat 1 UU nomor 16 tahun 2001 dan UU nomor 28 tahun 2001. 

Termasuk laporan dari ketua badan Pendiri Yayasan, laporan dari komisaris yayasan dan juga laporan dari pembina Yayasan termasuk laporan pengawas yayasan telah menjelaskan secara detail kepada kita semua  dan para tamu undangan. 

Dijelaskan, merupakan suatu yang telah disesuaikan dengan aturan jika di dalam nama Lemasa juga tercantum nama “Amungme Naisorei” yang mencakup 11 wilayah adat. Juga termasuk cap dan atribut lemasa segerah pindah alihkan  ke Lemasa yang berdasarkan keputusan Bupati mimika nomor  270 tahun 2017 tentang pembentukan dan peresmian Lemasa. 

“Kalau pemberhentian dan pengangkatan seorang pengurus Yayasan yang dilakukan pada tanggal 14 November 2019 itu sudah sesuai dengan aturan yayasan,” jelasnya. 

Pengangkatan Yohn Stingkinal Beanal sebagai Pjs Direktur Eksekutif  yayasan Lemasa menurut dia, juga telah sesuai prosedur.

Diharapkan, setelah mempersatukan dualisme lembaga, kemudian akan memproses Yayasan YPMAK. Itu berarri sebelum melakukan rekonsiliasi Amungme Lemasa bersatu, segala aktifitas proses yayasan baru dihentikan sementara.

“Saya berharap dengan terjadi demikian maka Amungme telah bersatu dan akan menuju pelaksanaan rekonsiliasi Amungme bersatu sebelum Natal tahun 2019,” katanya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment