Meningkatkan Kapasitas Operator, Disdik dan LPMP Gelar Bimtek Aplikasi PMP

Bagikan Bagikan
Suasana bimbingan teknis operator sekolah. (Foto: SAPA/Kristin)

SAPA (TIMIKA) - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Mimika dan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Papua bekerjasama mengadakan bimbingan teknis (Bimtek) kepada operator sekolah dalam program pengumpulan data mutu pendidikan dasar dan menengah, Selasa (19/11) di SMK Tunas Bangsa.

Kegiatan yang akan berlangsung selama 3 hari ditempat yang berbeda yakni SMK Tunas Bangsa, SMK Harapan dan SMK Negeri 1 bertujuan untuk peningkatan kapasitas operator dari masing-masing sekolah yang bertugas menginput data untuk mengajarkan aplikasi Peta Mutu Pendidikan (PMP) terkait kondisi di sekolah.

Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan Disdik, Marten Kanna mengatakan apa yang diajarkan dalam bimtek ini kepada para operator sekolah kemudian akan dikembangkan oleh operator dari masing-masing sekolah tersebut dengan mengajarkannya kepada guru-guru yang ada disekolah dan juga kepada siswa agar mereka juga memahami dan mengerti cara penggunaan aplikasi PMP tersebut.

Ia mengatakan keterlibatan kepala sekolah, guru dan siswa dalam mengisi aplikasi PMP ini sangat penting, sehingga diharapkan kerjasama yang baik dari masing-masing operator untuk benar-benar menggunakan kesempatan ini dengan baik agar tidak ketinggalan.

“Jadi operator ini datang belajar untuk mengajari siswa, guru dan juga kepala sekolah karena narasumber yang kita libatkan juga adalah ahlinya yaitu LPMP dari Provinsi,” katanya.

Sementara itu, LPMP Provinsi Papua, Candra Sampe Toding mengatakan bahwa PMP berfungsi untuk mengetahui bagaimana keadaan proses pendidikan yang ada disetiap satuan pendidikan yang mencakup 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP) yakni standar isi, kompetensi lulus, proses pendidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan, penilaian pendidikan dan pendidik dan tenaga kependidikan apakah sudah diterapkan atau belum.

“Makanya pemerintah mengeluarkan aplikasi PMP ini, karena kita ingin mengetahui sejauh mana penerapan 8 SNP tersebut sudah baik atau belum. Atau belum diterapkan sama sekali, jadi ini selalu rutin kita lakukan,” katanya.

Penerapan aplikasi ini jelas Candra hampir sama dengan survei dimana sama-sama melibatkan reponden yakni siswa, guru dan kepala sekolah. Pengisian pada aplikasi PMP harus dilakukan dengan benar sebagaimana keadaan yang dirasakan pada sekolah tersebut, bukan dengan paksaan atau iseng-iseng saja karena hasil pengisian tersebut akan dilihat oleh orang-orang yang berkempentingan di dunia pendidikan, untuk menjadi reverensi mereka kedepannya, apakah akan menambah fasilitas sekolah jika memang sekolah tersebut masih sangat membutuhkan dan lain sebagainya, sebagaimana jawaban yang kita berikan saat mengisi.

“Tetapi untuk Mimika sendiri pengsisiannya sudah sangat bagus dan teman-teman operator dalam mengikuti kegiatan ini semangatnya sangat luar biasa. Saya harap ini bisa dikembangkan di sekolah masing-masing,” tuturnya. (Kristin)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment