Papua Barat Tambah 4 SMA Untuk Dekatkan Pendidikan

Bagikan Bagikan
ILustrasi - Pemeriksaan urine di SMA N 1 Manokwari, Papua Barat. (Foto-Antara)

SAPA (MANOKWARI) - Pemerintah Provinsi Papua Barat akan menambah empat hingga lima SMA untuk mendekatkan layanan pendidikan kepada peserta didik di daerah tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Papua Barat, Barnabas Dowansiba di Manokwari, Senin, mengutarakan pembangunan satu sekolah sudah dimulai di Distrik Testega Kabupaten Pegunungan Arfak. Peletakan batu pertama dilakukan Gubernur beberapa bulan lalu.

"Testega merupakan salah satu wilayah yang sulit dijangkau di Pegunungan Arfak. Kita bangun satu di sana agar anak-anak lebih dekat ke sekolah," kata Barnabas.

Selain Pegunungan Arfak, Dinas Pendidikan juga akan membangun satu SMA di Kabupaten Manokwari. Pembangunan akan dilakukan tahun 2020 di Distrik Manokwari Utara.

"Di Kaimana juga ada satu dan pembangunan sudah jalan tahun ini. Tinggal tahun depan kita tambah lagi," kata dia lagi.

Dinas Pendidikan juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk pembangunan satu SMA di Kabupaten Sorong. Penandatanganan nota kesepahaman antara Dinas Pendidikan dan Dinas PU terkait pembangunan itu sudah dilaksanakan belum lama ini.

Dia mengemukakan, saat ini jumlah SMA dan SMK di Papua Barat kurang lebih sudah 174. SMK ada 53 dan SMA 121. Upaya peningkatan kualitas pendidikan akan terus dilakukan.

Saat ini Dinas Pendidikan sedang mendorong pengalokasian anggaran untuk membantu pembiayaan sekolah. Melalui APBD pihaknya sedang menformulasikan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (APBD).

"Untuk BOSDA kami sedang melakukan pendataan termasuk melakukan survei tingkat kemahalan. Dana BOSDA tidak akan diberikan sama rata tapi berdasarkan data pokok pendidikan, tingkat kemahalan serta beberapa indikator lainnya," katanya lagi.

Mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Manokwari ini menyebutkan bahwa pihaknya juga akan menertibkan kehadiran para guru di sekolah. Absensi elektronik terintegrasi sedang dipersiapkan untuk mempermudah pengawasan.

"Kami menerima laporan, ada sekolah yang aktivitas belajar mengajarnya tidak lancar karena guru sering tidak masuk. Aplikasi ini kami buat untuk menekan masalah tersebut," katanya.(Antara)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment