Pasar Sentral Timika Jadi Pasar Digital Pertama di Papua, Beli Sagu Bisa Gunakan Barcode

Bagikan Bagikan
Penjual Sagu di Pasar Sentral yang sudah menggunakan barcode. (Foto: SAPA/Jefri Manehat)

SAPA (TIMIKA) -  Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Timika mengedukasi masyarakat Timika dalam hal ini pedagang di Pasar Sentral untuk bisa lebih praktis dalam transaksi jual beli dagangan dengan menggunakan aplikasi LinkAja.

Dengan itu, Pasar Sentral Timika menjadi pasar digital yang pertama di Provinsi Papua karena memiliki cara transaksi dengan menggunakan aplikasi non tunai. Pasar digital tersebut dilaunching oleh Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob dalam acara launching Pasar Sentral Timika sebagai pasar digital bersama produk Link aja milik Bank BRI dan dan Pasar Sadar BPJS Ketenagakerjaan di Pasar Sentral, Rabu (13/11).

Dengan menggunakan aplikasi LinkAja, Pimpinan BRI Cabang Timika, Sukarno mengatakan untuk mewujudkan pasar tersebut menjadi pasar digital dalam rangka mendukung Kota Timika sebagai Smart City. Link aja merupakan produk aplikasi dari Bank BRI untuk transaksi nontunai yang bisa di download di Google play store dan App Store melalui telepon seluler.

"Bagi masyarakat yang masih asing dengan LinkAja, perlu diketahui, aplikasi LinkAja merupakan layanan keuangan berbasis elektronik yang merupakan hasil sinergi dari berbagai perusahan di Kementerian BUMN," jelasnya.

Dikatakan, pembayaran untuk transaksi jual beli di Pasar Sentral tersebut nantinya akan menggunakan LinkAja. Untuk masing-masing pedagang akan memiliki barcode tersendiri. Sehingga untuk menggunakannya si pembeli hanya menempelkan ponsel  (TAP) atau dengan QR Code ke barcode si penjual sehingga secara langsung pembayaran akan langsung masuk ke rekening si penjual. Untuk pemberitahuannya melalui SMS banking. 

"Kemudahan bertransaksi dengan LinkAja salah satunya bertransaksi tanpa uang kembali dan beres tanpa cas," ujarnya.

Dikatakan, dengan Link aja, akan berdampak pada perekonomian masyarakat,  dan disitu perputaran uang hanya melalui rekening, dan tentunya akan lebih aman.

Sementara Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan bahwa Kabupaten Mimika perlu berbangga karena Pasar Sentral Mimika merupakan pasar digital pertama di Provinsi Papua. 

"Kita harusnya berbangga, karena di Papua, Mimika menjadi Pasar Digital pertama di Papua. Untuk itu kita perlu berbangga, dan kita harap ini dapat menumbuhkan perekonomian masyarakat di Mimika  dan ini juga satu edukasi untuk menabung," ujarnya.

Ia berharap masyarakat terutama pedagang harus mendukung hal ini, dengan menjaga kebersihan didalam pasar sehingga pasar digital betul terealisasi bukan hanya digitalnya namun harus dengan kondisinya.

"Saya minta pedagangnya juga harus tampil rapih dan bersih, tak hanya itu lingkungan sekitar pasar juga harus mendukung karena kebersihan itu perlu," katanya.

Ia berharap launching pasar digital tersebut menjadi tolak ukur untuk menjadikan Kabupaten Mimika sebagai kota smart city, dan masyarakat harus mendukung itu.  (Jefri Manehat)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment