Pemekaran Papua Tengah, SDM Orang Asli Papua Menjadi Pertanyaan

Bagikan Bagikan
Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob bersama masyarakat sesuai kegiatan. (Foto: SAPA/ Jefri Manehat)
SAPA (TIMIKA) -  Pemekaran Provinsi Papua Tengah masih menjadi problem bagi kesiapan sumber daya manusia (SDM) orang asli Papua (OAP)

Pada sosialisasi pembentukan daerah otonomi baru Provinsi Papua Tengah, yang dilaksanakan di Mimika pada Selasa (19/11) itu, salah satu tokoh masyarakat Daniel Tabuni menilai kesiapan SDM OAP dalam menyambut pemekaran Papua Tengah belum ada.

Dikatakan, Pemerintah harus mencari solusi terbaik, agar pada pemekaran ini SDM OAP dapat digunakan, jangan sampai OAP terpinggirkan karena tidak ada SDM OAP yang siap.

"Pemekaran Papua Tengah, SDM orang Papua belum siap,  dan pemerintah harus melihat ini, jangan sampai orang Papua hanya bisa jadi penonton,"  ungkap Daniel.

SDM OAP menjadi perhatian serius bagi pemerintah untuk bagaimana bisa prioritaskan anak-anak Papua,  demikian disampaikan Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob yang berkesempatan hadir dalam forum itu

Diketahui, kegiatan sosialisasi pembentukan daerah otonomi baru Provinsi Papua Tengah itu difasilitasi oleh tokoh masyarakat untuk menjaring aspirasi masyarakat tentang Pemekaran Papua Tengah.

Dikatakan lagi, SDM OAP juga masuk dalam tim kajian pemekaran Papua Tengah yang mana dilakukan oleh Akademisi Universitas Gadjah Masa (UGM) Yogyakarta.

"SDM ini mejadi salah satu kajian, dan salah satu langkah yang telah kita ambil adalah mendata semua pelajar dan pegawai di Papua khsusus orang asli Papua, karena mereka inilah gerbang  untuk meneruskan dan siap membangun Papua," ujar Wabup Jhon.

"SDM menjadi perhatian pemerintah, makanya saya pertahankan anak-anak kita mahasiswa eksodus pulang kampus, karena saya ingin orang Papua harus dan khusus anak-anak sebagai generasi muda harus sekolah, " ujarnya. (Jefri Manehat)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment