Polisi Pamer Uang Rp 507 Juta Yang Diselamatkan Dari Kasus Korupsi Monev Bappeda, Ini Kata Kuasa Hukum

Bagikan Bagikan
Konferensi pers kuasa hukum tersangka dugaan korupsi dana Monev Bappeda Mimika

SAPA (TIMIKA) – Polres Mimika menetapkan mantan Kepala  Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Mimika berinisial SM bersama MNM dan YE sebagai tersangka dalam kasus korupsi kegiatan monitoring, evaluasi (Monev) dan pelaporan tahun anggaran 2016 yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp.1,6 Miliar. Selain menetapkan tersangka, polisi juga menyita 207 item dokumen  sebagai barang bukti dan menyelamatkan uang senilai Rp 507 juta.

Kuasa Hukum ketiga tersangka, Marvey J Dangeubun menjelaskan bahwa dari bukti yang dimilikinya, uang yang berhasil diselamatkan senilai Rp 502 Juta. Dimana, uang tersebut berasal dari 54 orang yang mengembalikan dana atas kegiatan Monev tahun anggaran 2016 dan telah dikembalikan ke kas daerah dalam bentuk pecahan Rp 100.000.

“Uang itu bukan hanya dimiliki oleh ketiga tersangka, tapi tim monitoring. Dan tidak dibagi atau digunakan sepenuhnya oleh ketiga tersangka. Uang itu pun disetor ke kas daerah oleh masing-masing dari 54 orang itu dengan jumlah yang berbeda-beda, mulai dari Rp 500 ribu sampai Rp 90 juta,” ujarnya dalam konferensi pers yang digelar di bilangan Jalan Budi Utomo, Sabtu (10/11) malam. 

Dijelaskan, dari Rp 502 juta tersebut, ketiga tersangka masing-masing mengembalikan sebesar Rp 90 juta oleh YE, Rp 2,5 juta oeh YE dan Rp 17 juta oleh SM mantan Kepala Bappeda. Sementara sisanya berasal dari tim monitoring dan evaluasi yang terdiri dari pegawai bagian keuangan, inspektorat, dan sebagian besar Bappeda.

“Rp 502 juta tersebut setelah kami rekap dari bukti setoran ke kas daerah. Karenanya apakah ada selisih dari data kami dan penyidik, kami tidak tahu,” kata Marvey.

Ia pun mempertanyakan uang yang dipamer kepolisian senilai Rp.507 juta yang diselamatkan dari kasus korupsi monev Bappeda tahun anggaran 2016. Pasalnya, uang tersebut sudah masuk ke kas daerah.

“Jadi uang yang ditunjukkan ke media itu darimana? Kalau proses di kas daerah cukup panjang. Dan jaksa tidak terima bukti fisiknya. Ini yang akan kami bawa ke persidangan nanti. Selain itu, uang yang ditunjukkan saat itu berlabelkan Bank BCA. Sementara kas daerah itu kan Bank Papua,” ujarnya.

Terkait hal tersebut, Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP I Gusti Agung Ananta Pratama mengatakan, uang yang ditunjukkan kepada wartawan saat konferensi pers pada Jumat (8/11) lalu guna menunjukkan kepada seluruh masyarakat bahwa ada uang yang berhasil diselamatkan dan dikembalikan ke kas daerah.

“Semua dokumen dan bukti ada dalam berkas,” kata Kasat Reskrim saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan singkat. (Salma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment