Presiden Jokowi, Kami Tidak Minta Merdeka, Kami Hanya Minta Pemekaran Papua Tengah

Bagikan Bagikan
Ketujuh Bupati yang tergabung dalam wilayah Meepago bersama menunjukkan bukti tanda-tangan kesepakatan pemekaran Papua Tengah. (Foto: SAPA/Jefri Manehat)
SAPA (TIMIKA)- Para pimpinan daerah dalam hal ini Bupati yang menjadi bagian wilayah adat Meepago, yang terdiri dari Kabupaten Mimika, Puncak, Dogiyai, Deiyai, Intan Jaya, Nabire, dan Paniai sepakat akan bertemu Presiden Jokowi untuk meminta wilayah adat Meepago dimekarkan menjadi Papua Tengah.

Agar cepat terealisasi Pemekaran Papua Tengah, Ke-7 Bupati itu telah membentuk tim kerja untuk mempercepat pemekaran Papua Tengah, dalam rapat koordinasi pembentukan Papua Tengah yang digelar di Timika itu, Bupati Nabire, Isalas Douw menjadi ketua Asosiasi Pemekaran Papua Tengah.

Ketua Asosiasi pemekaran Papua Tengah, Isalas Douw kepada awak media seusai rapat koordinasi tersebut, didampingi ke-6 bupati lainnya mengatakan, Papua Tengah jika dilihat dari sejarahnya sudah ada sejak lama, hanya karena ada hal lain, sehingga belum terealisasi.

Namun katanya, selama ini tim pembentukan Papua Tengah yang telah terbentuk sejak lama juga terus gelorakan itu untuk memperjuangkan Papua Tengah.

Perjuangan Papua Tengah sudah mencapai 20 tahun berjalan dan belum ada hasilnya. Tapi dengan perjuangan yang terus tak henti, pemekaran Papua Tengah juga telah disetujui oleh Presiden Jokowi. Tambahnya lagi  Pemerintah Daerah Provinsi Papua dalam hal ini Gubernur Papua juga telah menyetujui untuk pemekaran Papua Tengah, karena Papua Tengah sudah ada sejak lama.

"Kami minta kepada pemerintah pusat, Papua Tengah harus segera direalisasikan, Papua Tengah jadi provinsi," ujarnya.

Ia menegaskan, permintaan pemekaran Papua Tengah bukan berakar dari adanya kerusuhan ataupun konflik yang terjadi selama ini di Papua. Namun pemekaran Papua Tengah sudah ada sejak lama dan baru berkesempatan untuk digaungkan kembali,  dan pemerintah pusat harus melihat ini.

"Kami bagian dari NKRI, jadi pemerintah pusat harus perhatikan ini. Kami selalu mempertahankan 4 pilar kebangsaan, keamanan dan keberagaman juga kami tetap jaga," ungkapnya.

Menurutnya, dengan adanya pemekaran Papua Tengah, akan lebih dekat jangkauan kepada masyarakat dan pembangunan akan terlihat hasilnya.

"Bapak Presiden Jokowi, kami tidak minta merdeka, kami hanya minta pemekaran Papua Tengah. Tidak ada alasan bahwa tidak ada anggaran, kami sudah berjuang 20 tahun hanya untuk pemekaran Papua Tengah," ujarnya.

"Kita punya hak sebagai warga negara Indonesia, kami minta pemerintah harus akomodir ini dan tim yang sudah terbentuk siap menghadap presiden," tambahnya.

Diakuinya, pemekaran Papua Tengah tidak terlepas dari pro dan kontra, untuk itu ia berharap kepada setiap pimpinan (Bupati) dapat memberikan dan menjaga keamanan pada wilayahnya masing-masing.

Pemekaran Papua Tengah harus, harus dan harus jadi, ungkapnya sambil mengetuk meja.  Tidak boleh gagal lagi.  (Jefri Manehat)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

4 komentar:

  1. Ayoo.. Kunjungi dan bergabung bersama kami di sport165 titik net dunia game online yang menyediakan fasilitas yang nyaman buat para maniac gamers.
    Bonus bonus yang menakjubkan selalu di persembahkan untuk teman teman yang ingin menjadi member kita, yuk buruan dan jangan buang waktu lagi, buktikan sendiri..

    ReplyDelete
  2. Yg ada pimpin kabupaten saja blm ada kemajuan, bagaimana dipimpin satu provinsi besar begini?

    ReplyDelete
  3. Urusdulu mimika ya banyak peganguran Papua yg mau masuk kerja saja susah nya minta ampun

    ReplyDelete
  4. Kalian bertuju belum bisah beruma tanggah sendiri,makan saja masih di suapin sama orang tua, ngimana mau beruma tanggah???

    ReplyDelete