Sambut Pesparawi dan PON, CDK Fokus Bina Kelompok Tani

Bagikan Bagikan
Kepala CDK Mimika, Maryana.J.E.Hamadi,S.Hut. (Foto: SAPA/Kristin)

SAPA (TIMIKA) - Menyambut Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) dan Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2020, Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Mimika membina kelompok tani dari kampung Pigapu dan Poumako untuk mengolah Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) jenis mangrove.

Pengolahan HHBK tersebut dibuat menjadi makanan seperti tepung, kue, sirup, kerupuk, teh celup, nugget, dan bakso yang rencananya akan dijadikan sebagai oleh-oleh khas Kabupaten Mimika pada Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) dan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020.

Kepala CDK Mimika, Maryana.J.E.Hamadi,S.Hut menjelaskan Jenis mangrove yang diolah menjadi makanan ini adalah jenis sonneratia caseolaris atau buah bintang, tantang atau yang lebih dikenal masyarakat Mimika sebagai buah amako, acanthus ilicifolius atau daun jeruju, daun nipa dan jenis sonneratia alba. 

“HHBK ini sangat mudah ditemukan oleh masyarakat dan bahkan berada dekat dengan lingkungan hidup mereka khususnya yang tinggal di daerah Pigapu dan Poumako. Kami terus mengajak teman-teman di sana untuk mengembangkan ini, kita pasarkan hasil-hasil alam kita kepada tamu yang akan datang nantinya,” katanya.

Ia mengatakan, pihaknya terus melakukan pembinaan dan pendampingan kepada kelompok tani tersebut dengan harapan hasil yang mereka buat bisa menjadi yang terbaik dan dapat menjadi oleh-oleh yang digemari oleh puluhan ribu tamu yang akan datang.

Jumlah yang akan disiapkan untuk masing-masing jenis makanan tersebut berbeda-beda, namun yang paling banyak adalah teh celup dan juga kerupuk. 

Syarat-syarat untuk pemasarannya pun sudah disiapkan seperti pengurusan Izin Produk Industri Rumah Tangga (P-IRT).

 Untuk pengemasan dan pengelolaannya akan dilakukan dengan menggunakan alat-alat moderen, sehingga tidak mudah rusak.

“Kelompok tani ini sudah lama, tapi itu dulu konsumsi skala rumah tangga sehingga kita membuat dan mengemasnya secara tradisional, tetapi karena ini akan kita pasarkan rencanyanya pada toko-toko jadi kita akan menggunakan alat moderen supayah lebih steril,” jelasnya.

Selain menyiapkan makanan, CDK juga mulai mengembangkan sabun dan lulur dengan menggunakan HHBK dari jenis mangrove yang sama. Mangrove dipercaya dapat memberikan sensasi yang segar, membuat kulit halus dan lembut. Pengelolaan ini jelas Maryana merupakan bukti bahwa Kabupaten Mimika memiliki hasil alam yang berkualitas. (Kristin)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment