SSB KONI Mimika Wakili Provinsi Papua di Kejuaran Piala MK U-15 di Bogor

Bagikan Bagikan
Pertemuan persiapan Tim SSB KONI Mimika mengikuti Kejuaraan Piala MK U-15. (Foto: SAPA/Saldi)

SAPA (TIMIKA) – Tim Sekolah Sepak Bola (SSB) U-15 dari Kabupaten Mimika ditunjuk oleh Koordinator Liga Berjenjang U-16 Piala Kemenpora 2019 Provinsi Papua mewakili Papua mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) sepakbola perebutan Piala Manajemen Kompetisi (MK) usia 15 tahun (U-15) di Bogor, Jawa Barat, pada 25-29 November 2019.

Penunjukan terhadap SSB U-15 KONI Mimika mewakili Papua tersebut, berdasarkan surat penunjukan Koordinator Liga Berjenjang U-16 Piala Kemenpora 2019 Provinsi Papua Nomor 018/PP-LBU16/MK/X/2019 tertanggal 25 Oktober 2019.

Guna melakukan persiapan mengikuti Kejuaraan Piala MK U-15 di Bogor, KONI melakukan pertemuan di Kantor KONI Mimika, Jalan Hasanuddin, Jumat (15/11), bersama dengan tim SSB U-15 untuk persiapan pemberangkatan. Di mana, Tim SSB U-15 Mimika ini terdiri dari 19 atlet atau pemain sepakbola dengan tiga orang pelatih.

Pada kesempatan itu, Pelatih Kepala Tim SSB U-15 Mimika, Doyo Widodo, mengatakan bahwa pihaknya hanya memiliki waktu tiga minggu untuk melakukan persiapan pemain hingga waktu pertandingan nanti. Namun, ia memiliki bayangan berdasarkan pengalaman di tingkat nasional, khususnya pembinaan, di mana atlet atau pemain harus betul-betul memadai, yakni memiliki kualitas dan daya tahan serta speed (kecepatan) yang baik.

Saat ini, ekspektasi atau harapan pelatih dalam melakukan pembinaan terhadap para pemain sudah mencapai 50 persen. Dengan modal itu, Doyo bersama dua pelatih lainnya akan berupaya lebih keras lagi agar Tim SSB U-15 Mimika bisa bersaing di tingkat nasional.  

“Makanya saya sebagai pelatih berusaha melihat secara general kekurangan apa yang harus saya benahi. Kalau kita bicara benahi semua, itu butuh proses, palingan sekitar tiga bulan, tapi ini tiga minggu. Makanya saya lihat secara general untuk bisa kita bersaing di tingkat nasional,” kata Doyo Widodo.

Kelemahan terbesar para pemain SSB U-15 Mimika ini, kata Doyo, adalah organisasi permainan atau visi-misi dalam bermain sepakbola. Apalagi, saat ini asosiasi sepakbola sudah mempunyai program filosofi sepakbola Indonesia yang disebut Filanesia, yang harus dikembangkan oleh PSSI untuk diterapkan pada tingkat-tingkat pembinaan. Itu bertujuan ketika pemain berada di tingkat senior, maka pemain tidak lagi mengulang filosofi sepakbola Indonesia yang diterapkan ditiap kompetisi sepakbola Indonesia.

“Yaitu dengan formasi 4-3-3 itu kita harus terapkan. Rata-rata anak-anak atau klub SSB di sini (Mimika) saya belum lihat, hanya beberapa SSB yang sudah menjalankan itu. Yang jelas dari 19 pemain ini, hanya beberapa saja yang mengerti tentang filosofi sepakbola Indonesia itu. Jadi, saya harus mengulang-ulang agar mereka bisa bermain dengan aturan atau regulasi yang sudah kami terapkan dari asosiasi untuk pembinaannya, visi-misi bermain filanesia itu yang mereka belum paham,” terangnya.


Foto bersama usai pertemuan persiapan Tim SSB KONI Mimika mengikuti Kejuaraan Piala MK U-15. (Foto: SAPA/Saldi)

Selain itu, yang paling penting dalam persiapan tim mengikuti kejuaraan ini adalah meningkatkan endurance atau daya tahan dan speed dari para pemain, sebab hal itu merupakan penunjuang skill atau keterampilan para pemain dalam bermain sepakbola.

“Walaupun skill-nya hebat, tapi kalau daya tahan tidak sesuai standar, sama saja. Dari 19 anak, sekitar 85 persen itu dari SSB, 15 persen lainnya bukan dari SSB, yang mereka tidak mempunyai klub tapi cuma numpang-numpang. Itu kita kembalikan lagi karena memang kita punya pembinaan kompetisi di sini belum normal, jadi kita coba seleksi semua yang ada di sini,” ujarnya.

“Saya sebagai pelatih, ibaratnya tidak mau membeli kucing dalam karung, tapi setidaknya kita berjuang sekuat mungkin untuk tidak membuat malu Kabupaten Mimika maupun Provinsi Papua,” ujarnya lagi. (Saldi)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment