Tahap 2 , Polisi Serahkan Tersangka Kasus Korupsi Monev Bappeda Mimika ke Kejaksaan

Bagikan Bagikan
Tiga tersangka kasus korupsi Monev dan Pelaporan Bappeda Mimika tahun anggaran 2016 (Foto: SAPA/Salma)

SAPA (TIMIKA) - Kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) penyalahgunaan dana monitoring, evuasi (monev) dan pelaporan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Mimika Tahun anggaran 2016 dengan tersangka SM, MNM, dan Ye memasuki tahap II (2). Dimana, pihak kepolisian menyerahkan ketiga tersangka itu beserta barang bukti Rp.507 Juta dan 207 item dokumen yang telah disita ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Timika.


"Hari ini sudah tahap dua. Jadi, tersangka dan alat bukti kami serahkan ke Kejaksaan hari ini juga," kata Kasat Reskrim Polres Mimika AKP I Gusti Agung Ananta dalam konferensi pers pengungkapan kasus dugaan korupsi Bappeda Mimika, di kantor pelayanan masyarakat Polres Mimika, Jumat (8/11).


Ketiga tersangka itu ditangkap pihak kepolisian saat berada di Timika pada Juni lalu, setelah dilakukan penyelidikan dan penyidikan atas laporan informasi yang diperoleh. 

"Setelah dinyatakan memenuhi unsur dan terbukti membuat kerugian negara, ketiga tersangka diantaranya yakni mantan Kepala Bappeda Mimika SM selaku penanggungjawab pengguna anggaran, MDM  selaku bendahara pengeluaran dan YE selaku Pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) kami tahan pada Juni 2019 di Timika. Sekali lagi bukan di luar kota," kata Kasat Reksrim. 


"Ada 88 saksi yang diperiksa. Terdiri dari pegawai Bappeda Mkmika, pegawai BPKAD Mimika, 5 pegawai inspektorat, 3 Kadistrik di wilayah Mimika, 6 orang dari SKPD Mimika, 1 auditor dari BPKP Provinsi Papua, pihak maskapai udara seperti Airfast Indonesia, Susi Air dan Trugana Air, pemilik perahu yang namanya tertuang dalam kwitansi NCR," ujarnya menambahkan.

Dijelaskannya, ketiga tersangka tersebut dikenakan pasal 2 ayat (1) dan pasal 3 UU nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atasUU Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantaasan korupsi dan Juncto pasal 55 KUHP.  Pasalnya, SM mantan Kepala Bappeda Mimika bersama MNM dan YE diduga telah melakukan perbuatan melanggar hukum.

"Ketiganya terancam penjara diatas lima tahun. Ketiganya telah menggunakan dana monev yang dikorupsi untuk kepentingan individu maupun kelompok. Dengan terungkapnya kasus ini, diharapkan menjadi peringatan dan pembelajaran kepada pejabat lainnya agar tidak melakukan tindakan yang serupa," harapnya. (Salma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment