Asrama Siswa Tingkatkan Pendidikan di Daerah Tertinggal

Bagikan Bagikan
Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Samsul Widodo. (Foto-Radar Utara)

SAPA (JAKARTA) - Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Samsul Widodo mengatakan untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan di daerah tertinggal dapat melalui asrama siswa dan rumah tinggal guru di daerah tersebut.

"Keadaan di daerah tertinggal di mana jarak sekolah jauh, infrastruktur belum sepenuhnya tersedia, jumlah pendidik belum mencukupi, maka diperlukan sekolah berasrama untuk menampung peserta didik yang tinggalnya jauh dari satuan pendidikan," kata dia melalui siaran pers di Jakarta, Senin.

Ia menekankan pentingnya pengelolaan asrama yang berstandarisasi dan penguatan managemen asrama supaya tidak sebatas bangunan, akan tetapi juga meningkatkan kualitas siswa.

"Bagaimana manajemen asrama ini bisa jadi lebih baik dan ada standar. Kedua, bagaimana DAK Transportasi Perdesaan bisa mendukung untuk kebutuhan transportasi sekolah/bus sekolah. Ketiga, bagaimana supaya asrama sekolah lebih fungsional. Apakah jadi asetnya pemda atau desa. Kalau aset desa bisa menggunakan Dana Desa," kata dia.

Samsul menjelaskan dengan sulitnya jangkauan siswa di daerah tertinggal untuk mencapai sekolah maka perlunya DAK afirmasi untuk moda transportasi perdesaan itu untuk bus sekolah, pembeliab truk, angkutan perdesaan, angkutan anak sekolah.

"Nanti kami juga mendorong mahasiswa-mahasiswa KKN untuk melakukan pembinaan pada saat awal-awal asrama sekolah itu dibentuk. Universitas-universitas mengembangkan KKN Tematik sehingga mereka bisa melakukan pendampingan dalam pengembangan asrama sekolah," kata dia.

Terkait dengan masalah kekurangan guru misalnya, pihaknya mengembangkan sistem pembelajaran bekerja sama dengan perusahaan yang bergerak di bidang pendidikan, seperti quipper dan zenius, supaya satu guru bisa memegang tiga kelas dengan menggunakan teknologi.

Jika asrama sekolah tidak ada sinyal di sekolah itu, katanya, bisa koordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika.

"Perlunya kolaborasi lintas sektor bagaimana asrama sekolah ini bisa optimal dan berkembang. Bagaimana kebutuhan daerah tertinggal ini bisa terwujud," katanya.

Samsul mengatakan banyak potensi bisa dikembangkan dari Dana Desa. Tahun depan, setiap desa mendapat Rp1,5 miliar Dana Desa yang bisa untuk peningkatan kualitas pendidikan.

Dana Desa, katanya, boleh untuk pembangunan PAUD, membayar guru PAUD, mengirim guru PAUD mengikuti pelatihan, insentif kepada sebagian guru PAUD untuk mengikuti pendidikan D1 dengan Universitas Terbuka.

Langkah itu, katanya, supaya mereka mempunyai kompetensi sebagai guru PAUD.

"Dana Desa 2020-2024 itu Rp400 triliun, yang dipilih masyarakat adalah pembangunan PAUD padahal sebenarnya mestinya asrama-asrama sekolah bisa menjadi pilihan," ungkap dia.

Kemendes dalam empat tahun terakhir ini membangun asrama sekolah di daerah tertinggal.(Antara)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment