Bawa Ganja ke Sekolah, Seorang Siswa di Jayapura Dilaporkan ke BNN

Bagikan Bagikan
Ganja jenis narkotika seberat 11 gram yang dibawa oleh siswa berinisial JN (16 tahun) ke sekolahnya.(Foto-Antara)
SAPA (JAYAPURA) - Seorang siswa berinisial JN (16 tahun) di Kota Jayapura, Provinsi Papua, membawa ganja seberat 11 gram ke sekolahnya.

"Saya menyampaikan terima kasih kepada warga yang telah memberikan informasi terkait dengan adanya penemuan paket ganja di salah satu sekolah yang ada di Kota Jayapura," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Papua, Kasman di Jayapura, Senin (2/12).

Kasman menjelaskan pada Jumat (29/11) siswa berinisial JN diajak oleh teman-temannya ke Hamadi Tanjung, kemudian disitu ternyata disuruh mengambil barang bukti berupa ganja. Setelah barang bukti tersebut diambil siswa berinisial JN ini menggunakan ganja di luar rumah.

"Jadi si JN ini dia pakai malam Sabtu, malam Senin dia tidak pakai. Narkotika jenis ganja ini takut dibawa pulang ke rumahnya karena takut ketahuan sama orang tuanya, sehingga Senin pagi ganja ini dibawa ke sekolah," ungkapnya.

Ketika sampai di sekolah, kata dia, diketahui oleh salah satu gurunya sehingga dilaporkan langsung ke BNN lalu ditindaklanjuti oleh tim penyidik BNN. Ketika penyidik menuju sekolah itu, gurunya sudah membawa siswa yang bersangkutan ke kantor BNN Papua.

"Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak sekolah karena turut berpartisipasi dalam pencegahan narkotika, karena melaporkan kepada pihak terkait dalam hal ini adalah BNN melalui nomor pengaduan yang ada, kemudian tim penyidik BNN menindaklanjuti laporan atau informasi dari warga tersebut," ujarnya.

Setelah dicek, lanjut dia, siswa berinisial JN ini ternyata membawa narkotika jenis ganja ini ke sekolah. Ternyata si JN ini sudah memakai dua kali, pertama dia coba-coba pakai karena terpengaruh dengan teman-temannya.

"Karena terpengaruh dengan teman-temannya akhirnya dia pakai, pertama dia rasa pusing kemudian rasa badannya segar dan sebagainnya, dia tidak berpikir terkait dengan akibat yang ditimbulkan sehingga mereka ketakutan," ujarnya.

"Si siswa inisial JN ini masih dibawah umur artinya usianya masih 16 tahun, sehingga kami merekomendasikan untuk proses rehabilitasi," ucapnya.

Menurut Kasman, teman dari si JN ini empat orang, artinya dibilang sama-sama gunakan ramai-ramai di Hamadi, sehingga gunakannya mungkin bukan satu dua orang tetapi memakainya secara bersama-sama tetapi memakainya di luar rumah dan di luar sekolah.

Ia menambahkan, dari informasi yang didapat dari penyidik, si JN ini ditawarin oleh teman-temannya, sehingga ia pakai, mungkin karena takut atau diintimidasi dari teman sejawatnya sehingga dia mulai coba-coba pakai. (Antara)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment