Belum Miliki Izin Produk, Tujuh Perwakilan Kelompok Olahan Ikan Ikut Sosialisasi Sertifikasi

Bagikan Bagikan
Pengusaha olahan ikan saat mengikuti sosialisasi sertifikasi. (Foto: SAPA/Kristin)

SAPA (TIMIKA) – Belum memiliki izin produk Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) dan ijin MD, sebanyak tujuh kelompok olahan ikan lokal binaan Dinas Perikanan Kabupaten Mimika mengikuti sosialisasi mengenai sertifikasi. Kegiatan dilaksanakan pada Selasa (3/12) di salah satu hotel yang ada di Jalan Hasanudin.

Kegiatan dibuka oleh Asisten III Bidang Administrasi, Nicolas Kuahaty. Dalam sambutannya ia mengatakan Mimika memiliki potensi laut yang cukup luas dan tentunya menjadi target yang diincar oleh para pengusaha. Sehingga dalam menghadapi tantangan ekonomi kedepan tentunya pengusaha lokal harus banyak diberikan edukasi mengenai sistem perekonomian.

“Pemerintah daerah memberikan kontribusi diantaranya sarana prasarana mulai dari membangun pelabuhan perikanan hingga pada pengolahan ikan dan itu adalah upaya pengembangan industri perikanan oleh pemerintah,” katanya.

Sehingga industri Mimika menurutnya sudah mendapatkan hasil yang positif bagi masyarakat asli. Namun hingga saat ini masih banyak pengusaha pengelola ikan yang mungkin belum memahami mengenai izin edar, kemasan, hingga izin pemasaran.

“Sosialisasi ini sangat penting agar bisa memberikan edukasi kepada para pengelola ikan supaya nanti saat memasarkan produk yang sudah teruji, aman di konsumsi dan saat dipasarkan bisa memperoleh keuntungan yang baik. Dan narasumber yang memberikan materi ini bisa meningkatkan kompetensi dan memberikan sertifikasi karena suatu produk harus memenuhi tuntutan pasar,” katanya.

Sehingga ia berharap perwakilan kelompok usaha yang ikut dalam kegiatan tersebut bisa menjadi stimulan bagi yang lain sehingga bisa ada efek domino dan bisa menunjukkan kepada masyarakat lokal lainnya bahwa potensi perikanan di Mimika bisa dikembangkan. 

Sementara itu Yerna B. Kate selaku Kepala Bidang Pemasaran dan Pengolahan Hasil Ikan Dinas Perikanan Kabupaten Mimika mengatakan peserta yang ikut yaitu perwakilan dari tujuh kelompok binaan yang ada di Mimika diantaranya ada kelompok Sekma, Emokoramo, Kakap, Silo, Papua Mandiri, Cahaya Amamapare ada tiga kelompok.

“Mereka yang ikut ini kami bina dalam membuat usaha pengelolaan ikan dalam bentuk Nuget, Ikan Asin, Ikan Naga dan beberapa prodak lainnya yang berbahan dasar ikan,” jelasnya.

Maksudnya adalah kami berikan sosialisasi untuk sertifikasi dalam pengurusan izin sehingga mereka bisa merasa mudah dalam mengurus perizinan produk karena sudah mendapatkan edukasi.

“Pematerinya kami ambil dari Dinas Kesehatan mengingat izin PIRT harus dari Dinkes kemudian dari pihak BPOM karena izin MD harus melewati BPOM. Kami berharap usai kegiatan ini semua bisa mengurus izin produknya,” tuturnya. (Kristin)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment