Benarkah Wamenag Sebut Reuni 212 Berpotensi Menimbulkan Dosa?

Bagikan Bagikan
Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi. (Foto-Antara)

SAPA (JAKARTA) - Sebuah akun Facebook mengunggah gambar yang menampilkan Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid, pada 29 November 2019.

Selain memperlihatkan cuplikan gambar Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia tersebut, kiriman itu juga menambahkan sebuah kalimat yang terlihat seperti judul sebuah artikel.

Berikut tulisan yang ada dalam gambar tersebut:
"Wamenag: Reuni 212 Berpotensi Menimbulkan Dosa"

Unggahan tersebut juga ditambahkan dengan narasi "Otak sontoloyo, ngeres pula ya kayak gini jadinya". Hingga Rabu (4/12), kiriman di Facebook itu telah direspon tujuh orang serta dibagikan kembali oleh satu orang.Penjelasan:

Melalui berita ANTARA berjudul "Wamenag: Reuni 212 boleh-boleh saja", Zainut Tauhid menyampaikan bahwa penyelenggaraan Reuni 212 bersifat mubah.

Mubah dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti diizinkan menurut agama (boleh dilakukan, tetapi boleh juga tidak).

Dalam berita ANTARA telah ditayangkan pada Rabu (27/11), Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu kemudian menjelaskan kegiatan yang bersifat mubah bisa menjadi baik dan memiliki nilai ibadah jika diisi dengan hal-hal positif.

Menurut dia, Reuni 212 bisa menjadi ibadah ketika menganjurkan persatuan, persaudaraan, cinta Tanah Air dan berisi imbauan untuk menaati hukum atau peraturan.

Sebaliknya, jika reuni tersebut diisi dengan kegiatan yang tidak baik, misalnya melakukan provokasi, memfitnah, menebarkan ketakutan, kebencian, dan mengadu domba, maka reuni tersebut bisa menimbulkan dosa.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pernyataan Wamenag Zainut Tauhid dalam unggahan "Wamenag: Reuni 212 Berpotensi Menimbulkan Dosa" itu telah dipotong dan dimodifikasi oleh pemilik akun Facebook.(Antara)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment