Bupati Mimika: Data Kependudukan Tidak Jelas, Banyak Warga Amungme dan Kamoro Belum Masuk BPJS Kesehatan

Bagikan Bagikan
Bupati Mimika Eltinus Omaleng. (Foto: SAPA/Jefri Manehat)

SAPA (TIMIKA) - Bupati Mimika, Eltinus Omaleng meminta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Sosial dan BPJS Kesehatan agar tidak berjalan sendiri-sendiri dengan data yang dimiliki. Harus saling berkoordinasi agar data yang ada tidak tumpangtindih.

“Saya lihat yang terjadi selama ini, BPJS Kesehatan jalan sendiri, Dinas Sosial jalan sendiri dan Disdukcapil juga jalan sendiri tanpa ada koordinasi yang jelas terkait data orang asli Papua yang ada di Kabupaten Mimika, khususnya dua suku besar di Mimika,” kata Bupati Omaleng usai melantik secara resmi Kepala Disdukcapil Mimika, pada Senin (2/12). 

“Saya berhap ketiga instansi ini dapat berkoordinasi dengan baik sehingga bisa berjalan berbarengan, terlebih menyangkut masalah data, yang mana data pemberian bantuan sosial dan juga BPJS Kesehatan kepada orang asli Papua, terlebih khusus dua suku besar Amungme dan Kamoro,”  ujarnya.

“Saya melihat banyak orang asli Papua terlebih khusus dua suku besar ini banyak yang belum mendapatkan BPJS kesehatan,” tambahnya lagi.

Jangan sampai, kata Omaleng masyarakat asli yang seharusnya mendapatkan hak tersebut, namun instansi terkait tidak punya data yang pas dengan BPJS kesehatan, mengakibtkan orang asli sini yakni Amungme dan Kamoro tidak masuk dalam bagian itu. 

Dijelaskan, dana yang diberikan bersumber dari dana Otsus, sehingga jaminan kesehatan itu harus diperuntukan bagi orang asli Papua. 

Untuk itu Bupati Omaleng meminta agar ketiga instansi tersebut lebih aktif dalam berkoordinasi terkait masalah data penduduk, terlebih khusus orang asli Papua. (Jefri Manehat)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment