Empat Bulan Dapat Didikan di PBP, 15 Fresh Graduate Muda Papua Dilepas

Bagikan Bagikan
Arif Nasuha, VP Security Risk Managemen PTFI didampingi Soleman Faluk selaku Direktur Nemangkawi saat memberikan serifikat dan plakat secara simbolis kepada peserta PBP. (Foto: SAPA/Kristin)

SAPA (TIMIKA) – Papuan Bridge Program (PBP) merupakan suatu langkah komitmen dari PT. Freeport Indonesia untuk mengembangkan kualitas sumber daya manusia (SDM) khususnya Orang Asli Papua (OAP). 

Tahun 2019 ini, sebanyak 15 Fresh Graduate Muda Papua yang terdiri dari lima wanita dan 10 pria telah berhasil mendapatkan didikan selama empat bulan terhitung sejak tanggal 1 Agustus hingga 30 November 2019 melalui program PBP.

Sehingga pada Rabu (4/12) akhirnya 15 peserta PBP dinyatakan telah menyelesaikan program tersebut yang ditandai dengan acara wisuda dan pelepasan PBP. Acara dengan tema Semangat Berkarya Menuju Cita yang Mulia tersebut digelar di halaman Institut Pertambangan Nemangkawi, Kuala Kencana.

Soleman Faluk selaku Direktur Nemangkawi mengatakan suksesnya program tersebut karena didukung oleh beberapa pihak baik Departemen Relevan di lingkungan PTFI, dan perusahaan kontraktor serta mitra binaan PTFI.

Ia menjelaskan para Fresh Graduate Papua perlu dibantu meningkatkan self confidence mereka dan mengenal potensi diri mereka supaya memaksimalkan potensi yang ada untuk meraih sukses.

Dijelaskan, program PBP dimulai sejak tahun 2012 dan telah memberikan kesempatan kepada 195 Fresh Graduate Papuan dalam 18 angkatan hingga tahun 2019.

“Selama pelaksanaan program ini, peserta belajar tentang materi yang didesign khusus untuk menjembatani kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja dan juga materi entrepreurship,” katanya. 

Soleman mengatakan tujuan PBP yaitu mengembangkan Fresh Graduate muda Papua untuk memiliki kemampuan dan keterampilan dasar yang dibutuhkan dunia kerja dan industri, sehingga mudah memperoleh pekerjaan dengan kemampuan dan kompetensi yang didevelop di PBP. Bahkan memiliki kesempatan untuk menjadi pengusaha atau berwirausaha.


Foto bersama
Selanjutnya ada pula model pengembangan untuk peserta yang ingin melanjutkan entrepreneur dalam tiga tahapan yakni tahap pertama, masa pengembangan selama empat bulan di lingkungan Nemangkawi yang sudah diikuti oleh para siswa PBP.  Selanjutnya tahap kedua adalah masa pembentukan bisnis selama dua bulan di Timika atau daerah asal, dan tahap ketiga adalah masa pendampingan bisnis selama tiga bulan.

“Dari 15 peserta PBP tahun 2019 ini, yang melanjutkan ke tahap kedua di Timika dan di luar Timika untuk program pembentukan bisnis ada delapan orang,” katanya.

Sementara Arif Nasuha selaku VP Security Risk Managemen PTFI dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas program yang dibuat karena memberikan banyak edukasi yang bukan hanya untuk bekerja, namun bisa menjadi seorang entrepreneur  bahkan suatu saat  menjadi pengusaha yang bisa memberikan pekerjaan untuk orang lain.

“Semoga apa yang didapat dalam program ini (PBP) bisa diaplikasikan dalam kehidupan nyata. Program ini terbilang sukses sehingga perlu dimanfaatkan dengan baik oleh para peserta,” tuturnya.

Salah satu siswa PBP angkatan 18, Alfrida Walilo saat memberikan kesan dan pesan menyampaikan rasa terimakasihnya kepada PTFI, dan seluruh pihak yang menyelenggarakan program ini. Juga para mentor yang sudah memberikan banyak edukasi yang tidak pernah mereka dapatkan di mana pun, termasuk dibangku kuliah sekalipun.

Dimana selama mereka mengikuti program tersebut banyak hal yang sudah didapat diantaranya mengenai teori menuju sukses, menjadi pengusaha dimana mereka diajarkan untuk berkebun, memlihara ikan, kemudian berdagang dan mengelola keuangan. Selain itu juga mereka dibina bagaimana menghadapi dunia kerja industri.

“Kami sangat bersyukur karena telah diberikan wadah untuk kami dari PBP dalam mengembangkan potensi yang kami miliki. Pesan kedepannya semoga program ini (PBP) tetap eksis, tetap berjaya untuk kami putra dan putri Papua bisa sukses kedepannya,” tuturnya. (Kristin)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment