Hari Disabilitas Internasional, SLB Mimika Jarang Dikunjungi

Bagikan Bagikan
Foto bersama peringatan Hari Disabilitas Internasional (Foto : SAPA/Salma

SAPA (TIMIKA) - Kepala Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Mimika mengaku bahwa selama kepemimpinannya,  sekolah yang mendidik anak-anak berkebutuhan khusus itu jarang mendapat kunjungan dari lembaga yang ada baik itu Pemerintahan, swasta maupun TNI-Polri.

“Selama saya di sini, ini kunjungan yang pertama yakni dari bapak-bapak tentara.  Hampir tidak pernah ada yang datang kunjungi sekolah ini. Hanya dari puskesmas Timika saja yang rutin, tapi yang lain tidak ada. Kami sangat berterimakasih atas kunjungan dari Yonif 754. Kehadiran mereka sangat berarti buat anak-anak kami,” ungkapnya saat ditemui di SLB Negeri Mimika usai peringatan Hari Disabilitas Internasional bersama Yonif 754/ENK/3 Kostrad, SP V, Selasa (3/12).

Dikatakannya, SLB Negeri Mimika berdiri sejak 8 Desember 2015. Saat ini jumlah siswa yang tercatat 81 anak. Namun yang aktif masuk sekolah hanya 50 sampai 60 anak. 

“Jumlah siswa SD ada 55 anak, SMP ada 9 anak dan SMA ada 1 anak. Sekolah ini memiliki 8 guru dan 1 TU,” kata Sunardin.

Kendati demikian, sampai saat ini sekolah tersebut belum memiliki guru spesialis untuk tuna daksa dan tuna netra, juga kekurangan buku-buku penunjang baik buku pegangan guru maupun untuk murid.

“Guru-guru di SLB ini memiliki keahlian sebagai pengajar tuna runggu, autis dan tuna grahita. Dan sistem pembelajaran di sini menggunakan Sistim Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI) yang biasanya menggunakan pembelajaran satu tangan,” ujarnya.

Ia pun menambahkan,di momen Hari Disabilitas Internasional tahun 2019, pihaknya akan melakukan workshop parenting education kepada orangtua murid dengan menghadirkan psikolog.

Menurutnya, education sangat diperlukan karena pemahaman tentang disabilitas khususnya kepada orang tua konsepnya belum sama. 

“Kamis nanti akan kita selenggarakan workshop. Kita edukasi mereka bagaimana pola asuh dan pola makan anak-anak. Dan jika orangtua ada kendala atau masalah dengan anak maka hari itu juga bisa langsung koordinasi dengan psikolog,” katanya. (Salma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment