ISPA Menjadi Penyakit Tertinggi di Puskesmas Jileale

Bagikan Bagikan
Elena Gwijangge. Am. Keb. (Foto: SAPA/Kristin)

SAPA (TIMIKA) - Infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA adalah infeksi di saluran pernapasan, yang menimbulkan gejala batuk, pilek, disertai dengan demam. ISPA sangat mudah menular dan dapat dialami oleh siapa saja, terutama anak-anak dan lansia.

Penyakit ISPA ini menjadi penyakit terbanyak di Puskesmas Jileale.

"Untuk 10 besar.penyakit, yang paling dominan ada tiga namun urutan pertama adalah ISPA kemudian yang kedua adalah Malaria, ketiga penyakit yang berhubungan dengan jaringan pengikat," jelas Kepala Puskesmas Timika, Elena Gwijangge, Am. Keb kepada Salam Papua, Rabu (4/12).

Ia menjelaskan memang belum ada penelitian yang pasti apa penyebabnya sehingga masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Jileale banyak terkena ISPA.

Menurutnya kemungkinan terjadi karena kebiasaan masyarakat yang tidak masak air dengan benar dan langsung minum. Kemudian lingkungan yang tidak di jaga kebersihannya. Selain itu adalah cuaca di Mimika yang tidak menentu.

"Saya juga melihat air yang dikonsumsi masyarakat lebih khusus yang dibeli dari depot - depot juga tidak diperhatikan kualitasnya, sehingga hanya membeli kemudian langsung dikonsumsi, ini yang menimbulkan ISPA," ujarnya.

Ia pun melihat masalah ISPA  tersebut dari tahun ke tahun selalu di posisi pertama dan malaria kedua sehingga perlu ada peningkatan edukasi bagi masyarakat.

"Saya sudah bicara dengan teman-teman di puskesmas bagian program, untuk lebih banyak turun dan memberikan promosi kesehatan kepada masyarakat untuk lebih menjaga kesehatan, kemudian air juga harus yang bersih, dan tentunya semua kembali ke masyarakat bagaimana menjaga pola hidup yang sehat," tuturnya. (Kristin)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment