Pedagang Cakar Bongkar Pasar Minggu Diminta Gunakan Tenda Seragam Berlogo Pemkab Mimika

Bagikan Bagikan
Suasana rapat antara pihak Kelurahan Pasar Sentral bersama para pedagang cakar bongkar. (Foto: SAPA/Kristin)

SAPA (TIMIKA) -   Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika dan Kelurahan Pasar Sentral meminta para pedagang cakar bongkar (Cakbor) yang berjualan pada hari Minggu (Pasar Minggu) untuk menggunakan tenda bongkar pasang yang seragam. 

"Tenda untuk para pedagang Cakbor yang berjualan di halaman Kantor Kelurahan Pasar Sentral itu berupa kerangka besi bongkar pasang berukuran 4X4 meter dan terpal yang menggunakan logo Pemerintah Kabupaten Mimika," kata Kepala Kelurahan Pasar Sentral, Dominikus Sevio Teubun dalam diskusi yang dilakukan pihak Kelurahan dengan para pedagang Cakbor, Selasa (3/12).

Dalam diskusi di halaman Kantor Kelurahan Pasar Sentral itu, Dominikus meminta agar semua pedagang bisa segera menggunakan lapak kerangka besi dan juga tarpal seragam tersebut mengingat batas waktu penataan pasar dan pedagang yang diberikan Bupati
Mimika hanya sampai tanggal 31 Desember.

Terkait dengan harga untuk terpal yang selama ini masih menjadi polemik, kini sudah diturunkan dari Rp 2 juta menjadi Rp 1,5 juta dengan uang muka Rp 500 ribu dan sisanya dicicil 5 kali selama 5 minggu.

“Ini kita pesan dari Jawa dan harganya kami sudah turunkan. 
Ini kami tidak mengambil untung sama sekali. Apa lagi biaya pengiriman barangnya dari Jawa mahal," ujarnya.

Ia berharap melalui diskusi ini para pedagang bisa memahami dan segera berkoordinasi dengan pihak kelurahan untuk mengambil terpal. Pasalnya sudah direncanakan pada Minggu (8/12) semua pedagang Cakbor harus menggunakan tenda yang seragam. Jika masih ditemukan ada tenda kayu, maka pihak kelurahan akan mengambil langkah untuk membongkarnya. 

Para pedagang diminta untuk tertib dan bisa bekerjasama dengan pihak pemerintah agar Timika bisa menjadi kota yang bersih dan rapi sebagai tuan rumah Pesparawi dan PON 2020. (Kristin)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment