Sidang Perkara Dugaan Korupsi Monev Bappeda Masuk Agenda Pemeriksaan Saksi

Bagikan Bagikan
Kasipidsus Kejari Mimika, Donny Stiven Umbora, SH. (Foto: SAPA/Saldi)

SAPA (TIMIKA) –  Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mimika, Donny Stiven Umbora, SH mengatakan, perkembangan perkara dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) kegiatan monitoring dan evaluasi (Movev) Bappeda Kabupaten Mimika yang diduga fiktif, telah bergulir di Pengadilan Tipikor Jayapura, pada 28 November 2019 dengan agenda pembacaan dakwaan. Besok, Kamis (5/12), sidang akan dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi.

“Kami sudah limpahkan di tanggal 15 November dan sudah sidang satu kali. Sidang dakwaan tanggal 28 November, dan rencana nanti hari Kamis (5/12) besok, sidang pemeriksaan saksi untuk ketiga perkara itu,” kata Kasipidsus Donny saat ditemui di Kantor Kejari Mimika, Rabu (4/12).

Rencananya proses sidang pemeriksaan saksi dilakukan dua hari, Kamis dan Jumat (6/12) di Pengadilan Tipikor Jayapura. Untuk saksi-saksi dari total sekitar 60an orang, direncanakan hanya beberapa saja yang akan dihadirkan Jaksa penuntut umum (JPU). Begitu pula saksi yang akan memberikan keterangan sama, nantinya akan disatukan saja dengan saksi lainnya yang keterangannya juga sama.

“Untuk saksi ini rencananya sekitar enam orang, karena memang keterbatasan hakim di Jayapura jadi tidak bisa terlalu banyak. Saksi semua sekitar 60an. Cuma nanti tidak semuanya harus dihadirkan, yang punya keterangan sama bisa disatukan saja,” ujar Donny.

Para terdakwa masing-masing SM (Kepala Bappeda), YE (PPTK kegiatan monev) dan MNM (bendehara Bappeda) dakwaan primer dijerat pasal 2 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia (RI) Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi. Sementara untuk dakwaan subsidair pasal 3 Undang undang RI nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang RI nomor 31 tahun 1999 tentang Tindak pidana korupsi dan juncto pasal 55 KUHP. (Saldi)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment