Wabup Jhon Rettob: OPD Tidak Koperatif, Penyusanan RPJMD Mimika Terlambat

Bagikan Bagikan
Wakil Bupati Mimika membuka kegiatan konsutasi publik RPJMD Tahun 2019-2024. (Foto: SAPA/ Jefri Manehat) 

SAPA (TIMIKA) - Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan penyusunan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Kabupaten Mimika 2019-2024 terlambat karena organisasi perangkat daerah (OPD) tidak kooperatif dengan data.

Regulasi sekarang sudah jelas, bahwa enam bulan setelah Bupati dan Wakil Bupati dilantik, RPJMD seharusnya sudah siap. 

Karena itu, Wabup menyarankan pembuatan RPJMD dilakukan untuk tahun 2020- 2025. 

“Tidak apa-apa kita sudah terlambat. Kita sekarang target bahwa pada tahun 2021 mendatang semua kegiatan rencana kerja tahunan referensinya dari RPJMD,” ungkapnya. 

Sementara itu, dalam sambutannya pada kegiatan konsutasi Publik RPJMD Tahun 2019-2024 yang digelar oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Rabu (4/12) dengan tema ”Terwujudnya Mimika Cerdas, Aman, Damai dan Sejahtera”, Wabup mengatakan dengan adanya konsultasi pulik ini, diharapkan kontribusi pemikiran dari semua pihak akan sangat membantu dalam penyempurnaan kualitas dokumen RPJMD yang akan dihasilkan nanti.

“RPJMD bukan merupakan hal yang sulit tetapi juga tidak mudah, karena dengan waktu yang singkat harus memotret kondisi global nasional, regional dan daerah melalui serangkaian kegiatan dan negosiasi serta jaring aspirasi. Maka berkaitan dengan hal tersebut OPD wajib menjabarkan visi RPJMD e
Kabupaten Mimika.  Visi yang dimaksud ialah, membangun regulasi sumber daya manusia, menciptakan Mimika yang aman, tertib dan damai, mewujudkan pemerintahan yang dinamis, bersih, berwibawa, akuntabel, dan inovatif, serta membangun sentra-sentra ekonomi baru di Mimika,” ungkapnya. (Jefri Manehat)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment