BPOM Timika Temukan 28 Ribu Butir Dextro Yang Dijual Secara Illegal

Bagikan Bagikan
Kepala BPOM Kabupaten Mimika. (Foto: SAPA/Kristin)

SAPA (TIMIKA) - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kabupaten Mimika menemukan sebanyak 28 ribu butir pil dextro yang dijual secara ilegal.

Sebanyak 28 ribu pil dextro tersebut dikemas dalam 28 botol dimana satu botol tlberisi 1.000 pil.

Transaksi penjualan obat tersebut tidak main-main, harga per butirnya Rp 15 ribu. Dengan nilai keseluruhan jika terjual adalah Rp. 420 juta.

Tersangka penjualan obat illegal tersebut hanya satu orang, dan merupakan  pengedar tunggal di Timika dengan usia sekitar 30an tahun.

Dextro tersebut dari Makassar yang dikirim menggunakan salah satu jasa pengiriman yang ada di Mimika.

"Terkait dengan obat illegal tetap akan diselesaikan sesuai dengan hukum yang berlaku, dan kini sedang di proses dan ditangani oleh Balai POM Jayapura di Kota Jayapura," jelas Kepala BPOM Timika, Herianto Baan kepada Salam Papua Selasa (7/1/2020) di ruang kerjanya.

Ia menjelaskan Dextromethorphan adalah obat untuk meredakan batuk kering yang muncul akibat infeksi tertentu. 

"Bahaya yang ditimbulkan jika digunakan secara berlebihan dapat menyebabkan ketagihan, merusak sirkulasi otak.  Sebenarnya obat itu sudah ditarik dari peredaran tapi masih beredar di pasar gelap, dimana modus pengiriman melewati jasa pengiriman barang," ujarnya. 

Untuk diketahui, dalam peraturan Undang-Undang nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, pasal 197 menyebutkan bahwa setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 1,5 miliar. (Kristin)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment