Di Sela Rakernas PDIP, Risma Mengecek Pompa Air di Surabaya

Bagikan Bagikan
Wali Kota Tri Rismaharini saat mengecek situasi di Kota Surabaya dengan menggunakan tablet di sela-sela Rakernas 1 PDIP Perjuangan dan HUT ke-74 PDIP di JIExpo Kemayoran, Jakarta. (Foto-Antara) 

SAPA (JAKARTA) - Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kebudayaan Tri Rismaharini tetap melaksanakan kerjanya sebagai Wali Kota Surabaya meski sedang berada di kompleks JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Sabtu, untuk mengikuti Rakernas I PDI Perjuangan.

Risma menyempatkan diri untuk mengecek kinerja operasional pompa air di Surabaya dengan tablet yang terkoneksi dengan jaringan internet.

Sebelum mengawasi pompa air, Risma sempat mengunjungi stan pameran rempah dalam rangkaian rakernas dan mengunjungi tenda Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan.

Di tenda Baguna ini, Risma menikmati seporsi makan siang yang dilengkapi dengan buah-buahan yang disediakan.

Tiba-tiba Risma mengeluarkan sebuah tablet dan menggeser tempat duduknya agar lebih rapat dengan meja. Risma membuka sebuah aplikasi dan login ke akunnya.

"Mau ngecek kantor dan Surabaya dahulu," kata Risma kepada wartawan.

Risma lantas menerangkan bahwa aplikasi yang dibukanya terhubung dengan puluhan ribu kamera CCTV yang tersebar di berbagai wilayah di Surabaya, termasuk semua ruangan perkantoran, balai-balai milik pemerintahan, hingga ruang kerja penjaga pintu air.

"Semua bisa dipantau dari sini. Yang kerja dan tidak bekerja bisa ketahuan," ujar Risma.

Dia lalu mengecek langsung kondisi sejumlah fasilitas umum, seperti pompa air, jalan-jalan di Surabaya, masjid, gereja, dan sekolah.

"Ini mau lihat pompa air dahulu," ucapnya.

Sistem itu dibangun oleh aparat Pemkot Surabaya, bukan dibeli ke perusahaan teknologi dunia yang banyak menjajakan sistem sejenis.

"Lah, itu mereka 'kan sudah sekolah tinggi-tinggi. Buat apa sekolah tinggi-tinggi kalau tak bisa membangun seperti ini? Ya, bisa," kata Risma.

Canggihnya sistem itu bahkan memiliki teknologi pengenalan wajah (face recognition) dan gestur sehingga pelaku pelanggaran hukum bisa langsung dikenal karena database kependudukan yang dikelola pihaknya bersifat aktual.

Sistem seperti ini yang membuat Risma bisa memantau dari jauh sekalipun.

"Saya 'kan sering tugas lain keluar daerah. Maka, ini mempermudah saya memantau. Tetap bisa kerja walau dari jauh, ya, seperti ini," ujarnya.

Dampak positifnya, birokrasi Pemkot Surabaya juga bisa bekerja maksimal sesuai dengan tugas, pokok, dan fungsi (tupoksi). (Antara)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar