Diduga Sakit, Tahanan Pomdam XVII/Cenderawasih Meninggal Dalam Sel

Bagikan Bagikan
Jenazah Sertu Roberth Kainama saat tiba di Bandara Mozes Kilangin Timika (Foto: Istimewa)

SAPA (TIMIKA) – Anggota TNI AD,  Sertu Robert Kainama (34) meninggal dunia di dalam sel tahanan Pomdam XVII/Cenderawasih No.1 Blok B RTM, Senin (6/1/2020) kemarin. Dimana, jenazah saat ini sedang disemayamkan di rumah duka di Kabupaten Mimika.

Membenarkan hal tersebut, Dandim 1710 Mimika Letkol Inf Pio L Nainggolan saat dikonfirmasi Salam Papua melalui sambungan panggilan, Selasa (7/1/2020), mengatakan bahwa almarhum Sertu Robert Kainama (34) diduga meninggal karena mengalami sakit.

“Alami sakit. Kemarin meninggal sekitar jam 6 pagi. Jangankan disakitin, memang sudah komplikasi, diabetes, paru-paru, asam urat,” kata Dandim sembari menepis penyebab kematian lantaran terjadi kekerasan dalam tahanan.

Sementara itu, pria yang disapa Pio itu mengatakan, pihaknya masih menunggu informasi lanjut dari pihak keluarga terkait rencana pemakaman jenazah.

Jenazah diketahui, tiba di Bandara Mozes Kilangin Timika sekitar pukul 10.39 WIT menggunakan pesawat komersil dari Bandara Sentani Jayapura. Almarhum Sertu Robert Kainama merupakan prajurit TNI AD,  Kodim 1710 Mimika selaku Babinsa Kampung Amungun, Distrik Agimuga.

Diketahui, Sertu Roberth Kainama merupakan terdakwa kasus penjualan amunisi illegal yang melibatkan Sami Sapteno (SS) alias Yahuda. Dimana,  SS alias Yahuda telah divonis Pengadilan Negeri Kota Timika selama 1 tahun 8 bulan kurungan penjara.

Berdasarkan sejumlah persidangan yang telah berjalan, Hakim Fransiscus Babthista menyimpulkan, atas keterangan enam saksi termasuk ahli dan terpidna, perdagangan amunisi pada Pebruari 2018 silam tersebut benar terjadi. Perdagangan amunisi itu berupa peluru kaliber 38 mm, 5,56 mm dan 7,62 mm. barang bukti tersebut pun dikembalikan ke pihak yang berwajib.

"Saya sudah lama kenal dengan dia. Dia (RK red) yang tawarkan saya menjual peluru. Saya memang ada cerita soal menjual peluru kepada saksi Titus. Karena RK menyuruh saya mencari pembeli. Kalau ada yang mau beli peluru hubungi dia," ungkap SS alias Yahuda dalam persidangan beberapa waktu silam.

Terdakwa SS alias Yahuda mengatakan, dirinya terlibat dalam penjualan amunisi lantaran beberapa alasan. Dimana, dirinya merasa kasihan terhadap RK yang membutuhkan uang. Juga takut lantaran RK kerap datang di pangkalan dalam keadaan mabuk dan terlihat mengeluarkan sangkur.

Ia melanjutkan, bahwa dari empat transaksi dengan nilai penjualan sekitar Rp 16 juta tersebut dirinya hanya mengambil Rp.300 ribu untuk membeli bensin dan mengganti oli kendaraan yang dipakainya bertransaksi dengan salah satu saksi di sekitar SP 5.  Sementara sisa hasil penjualan dipegang oleh RK sebagai pemilik peluru.

Selain itu, SS alias Yahuda sempat memberikan pinjaman sebanyak Rp.1,3 Juta ke RK. 

"Saya menyesal atas perbuatan ini dan tidak akan mengulanginya lagi," kata SS alias Y yang mengaku bekerja sebagai penjual gaharu dan emas itu. (Salma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

1 komentar:

  1. Ayoo.. Kunjungi dan bergabung bersama Bola165 titik co sarana Game online yang memberikan kenyamanan buat para maniac gamers.!! Bonus bonus yang menakjubkan selalu di persiapkan
    untuk teman teman yang ingin bergabung bersama yang kami, yuks.. jangan buang waktu segera buktikan kalau Bola165 titik co paling best ya guys…

    BalasHapus