Edarkan Shabu, Honorer Puskesmas dan OPD Pemkab Mimika Diamankan Polisi

Bagikan Bagikan
Press release penangkapan barang bukti narkotika jenis shabu (Foto: SAPA/Salma)

SAPA (TIMIKA) – Satresnarkoba Polres Mimika mengamankan empat pengedar narkotika jenis shabu dari S alias Aril (29), MTT alias Tata (26), ARR alias Rahim (34), S Alias Suardi (30) dengan total barang bukti seberat 1,7 gram. 

Keempat tersangka ditangkap di tempat yang berbeda dalam sehari pada Kamis (9/1/2020) lalu.

Kapolres Mimika AKBP I G. G Era Adhinata mengatakan bahwa barang haram tersebut didapatkan pengedar dari bandar yang berada di luar Kabupaten Mimika dengan berbagai modus. Mulai dari berprofesi sopir rental, tukang ojek, bekas pegawai honorer puskesmas dan honorer pegawai salah satu Organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Kabupaten Mimika.

“Sebagian besar mereka dapat dari daerah jawa. Dilakukan transaksi non tunai lewat rekening. Kemudian ditentukanlah lokasi untuk mengambil barang (narkotika jenis shabu – red) ini,” kata Kapolres dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Mimika Jalan Agimuga Mile 32, Sabtu (11/1/2020)

Kapolres Mimika menyebutkan, empat tersangka itu merupakan dua jaringan yang berbeda. Dimana ARR alias Rahim (34) ditangkap terlebih dahulu di Jalan Freeport Lama, Gorong Gorong Timika dan ditemukan 1 (satu) paket diduga narkotika jenis sabu dalam bungkusan rokok sekitar pukul 15.30 WIT.

Dari pengembangan keterangan ARR alias Rahim (34), polisi kemudian berhasil menangkap S alias Suardi (30) di Jalan Budi Utomo dengan mengamankan barang haram yang sama dalam kemasan minuman teh instan alias Teh Kotak sekitar pukul 18.20 WIT.


Selanjutnya, setelah mendapatkan informasi masyarakat bahwa akan dilakukan tindak pidana penyalahgunaan yang diduga narkotika jenis sabu oleh S alias Aril (29) sekitar pukul 22.20 WIT di Jalan Irigasi gang Flora.

S alias Aril (30) merupakan target lama Satresnarkoba Polres Mimika yang sebelumnya sudah dua kali diamankan dan dilakukan penggeledahan sehubungan dengan informasi peredaran narkotika jenis shabu yang dilakukannya pada Juni dan Agustus 2019. Namun pada saat etrsebut, tidak ditemukan barangbukti sehingga tidak dapat dilanjutkan ke tingkat penyidikan.

“Pada Juni 2019 lalu, pengakuan dari dia, itu ada barang bukti kurang lebih 75 gram dan habis terjual. Sehingga pada saat digeledah dan diamankan tidak ditemukan barang bukti itu. dan pada Kamis (9/1/2020) kemarin kita berhasil menangkapnya dengan barang bukti yang berasal dari G dan saat ini masuk dalam DPO kita,” jelas Kasat Narkoba Iptu Sugarda menambahkan.

Selanjutnya dilakukan penangkapan terhadp MTT alias Tata (26) yang merupakan perantara dalam penjualan narkotika jenis shabu milik S alias Aril (29) sejak 2017 sampai sekarang.

“Si MTT alias Tata ini, selali pengedar juga pemakai. Barang bukti yang kita amankan itu sebesar 0,05 gram yang dibeli dari S alias Aril (29). Dan itu adalah sisa dari pemakaian di siang hari sebelum malamnya dilakukan penangkapan,” jelas Kasat Narkoba. 

Akibat perbuatan tersebut, keempat tersangka dikenakan pasal 114 ayat (1), 112 ayat (1) dan pasal 127 ayat (1) huruf A UU.RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan hukuman penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda Rp.  1 Miliar sampai Rp. 10 Miliar. (Salma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

1 komentar:

  1. Ayoo.. Kunjungi dan bergabung bersama Bola165 titik co sarana Game online yang memberikan kenyamanan buat para maniac gamers.!! Bonus bonus yang menakjubkan selalu di persiapkan untuk teman teman yang ingin bergabung bersama yang kami, yuks.. jangan buang waktu segera buktikan kalau Bola165 titik co paling best ya guys...


    ReplyDelete