Jelang PON dan Pesparawi, Distrik Miru Siap Berkoordinasi Dengan OPD Terkait

Bagikan Bagikan
Kadistrik Miru, Ananias Faot. (Foto: SAPA/Kristin)

SAPA (TIMIKA) - Dalam rangka menghadapi dua event besar yakni Pekan Olahraga Nasional (PON) dan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) yang akan berlangsung tahun ini banyak hal yang harus di persiapkan dan juga menjadi fokus Distrik Mimika Baru (Miru).

Untuk itu, Distrik Mimika Baru yang memiliki wilayah kerja di pusat Kota Timika telah siap melakukan koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) terkait pasar, Dinas Perhubungan (Dishub) terkait transportasi, Dinas Lingkungan Hidup (DLH)  terkait sampah, Dinas Tata Kota dan Satpol PP dan juga pihak keamanan.

Kepala Distrik Miru, Ananis Faot yang ditemui diruang kerjanya, Kamis (16/1/2020) mengatakan rencana koordinasi itu dilakukan untuk menyamakan persepsi, mencari solusi untuk setiap permasalahan yang masih terus terjadi. Pasalnya distrik tidak memiliki kewenangan untuk melakuka kegiatan fisik.

“Kebetulan saya baru bertemu dengan Kapolsek Miru terkait situasi kemanan dan ketertiban masyarakat. Ada masukan dan itu akan coba kami sampaikan kepada pak Bupati lewat Sekda atau Asisten untuk menfasilitasi kami melakukan koordinasi membahas banyak hal dengan OPD terkait,” jelasnya.

Ia mengatakan persiapan menyambut PON dan Pesparawi bukan hanya terkait infrastruktur tapi harus didukung berbagai aspek seperti keamanan dan kebersihan. Sehingga ia sangat berharap rencana koordinasi tersebut bisa secepatnya dilakukan mengingat dua kegiatan tersebut sudah tidak lama lagi.

“Semoga itu bisa secepatnya kita lakukan. Kita menjadi tuan rumah harus benar-benar siap karena tamu yang akan datang diprediksi banyak sekali,” tuturnya. (Kristin)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

1 komentar:

  1. Selamat siang untuk semua, nama saya Steven Nesty Binti, saya ingin membagikan kesaksian hidup saya yang sebenarnya di sini di platform ini sehingga semua pencari pinjaman akan berhati-hati dengan pemberi pinjaman di internet

    Setelah beberapa waktu mencoba mendapatkan pinjaman dari lembaga keuangan, dan terus ditolak, saya memutuskan untuk mengajukan pinjaman online tetapi saya ditipu dan kehilangan Rp10,7 juta, untuk seorang pria di Afrika.

    Saya menjadi sangat putus asa dalam mendapatkan pinjaman, jadi saya berdiskusi dengan teman saya Ny. Tieka Melawati (tiemelaw@gmail.com) yang kemudian memperkenalkan saya kepada Ny. Deborah, Manajer AVANT Loan Firm, jadi teman saya meminta saya untuk memproses pinjaman saya dengan Nyonya Deborah. Jadi saya menghubungi Ny. Deborah melalui email: (avantloanson@gmail.com) dan juga di WhatsApp: +6281334785906

    Saya mengajukan pinjaman sebesar IDR 380 juta dengan tingkat bunga 2%, sehingga pinjaman itu disetujui dengan mudah tanpa tekanan dan semua persiapan dilakukan dengan transfer kredit, karena tidak memerlukan jaminan dan jaminan untuk transfer pinjaman, Saya diberitahu untuk mendapatkan sertifikat perjanjian lisensi untuk mentransfer kredit saya dan dalam waktu kurang dari satu setengah jam, uang pinjaman saya dimasukkan ke dalam rekening bank saya.

    Saya pikir itu lelucon sampai saya menerima telepon dari bank saya bahwa akun saya telah dikreditkan dengan IDR380 juta. Saya sangat senang bahwa akhirnya Tuhan telah menjawab doa saya dan dia telah memberi saya keinginan hati saya.

    Semoga Tuhan memberkati Ny. Deborah untuk memberikan kehidupan yang adil bagi saya, jadi saya menyarankan siapa pun yang tertarik mendapatkan pinjaman untuk menghubungi Ny. Deborah melalui email: (avantloanson@gmail.com) atau melalui WhatsApp: +6281334785906 untuk pinjaman Anda

    Akhirnya, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Anda semua karena telah meluangkan waktu untuk membaca kesaksian sejati hidup saya tentang kesuksesan saya dan saya berdoa kepada Tuhan untuk melakukan kehendak-Nya dalam hidup Anda. Anda dapat menghubungi saya untuk informasi lebih lanjut melalui email saya: (nestybintisteven@gmail.com) Salam

    ReplyDelete