Kapolda Papua Sesalkan Penghadangan Terhadap Mahasiswa Yang Ingin Kuliah

Bagikan Bagikan
Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw. (Foto-Antara)

SAPA (JAYAPURA) - Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw menyesalkan terjadinya penghadangan terhadap mahasiswa yang ingin kembali melanjutkan kuliahnya di berbagai kota di Indonesia.

“Saya selaku kapolda dan putera asli Papua menyayangkan insiden tersebut karena akan berdampak kepada mahasiswa dan keamanan,” kata Irjen Pol Waterpauw kepada ANTARA di Jayapura, Selasa.

Mantan Kapolda Sumut itu berharap tidak ada lagi penghadangan kepada mahasiswa yang ingin kembali melanjutkan studinya setelah sebelumnya ikut melakukan eksodus dan kembali ke Jayapura serta kota lainnya di Papua.

"Jangan menghalangi mahasiswa yang ingin kembali melanjutkan pendidikannya mengingat akibat eksodus yang dilakukannya menyebabkan kuliah mereka terhambat," katanya.

Pihaknya mengindikasikan bahwa  mahasiswa yang menghalangi rekan-rekannya adalah mahasiswa yang sudah "drop out" (DO)  sehingga berupaya mengajak rekan lainnya agar tidak kembali melanjutkan kuliahnya dengan berbagai alasan.

Waterpauw menambahkan akan menindak tegas kelompok yang menghalangi pemulangan mahasiswa ke tempat studinya.

Selain akan menindak tegas kelompok tersebut, pihaknya memprediksi pemulangan ribuan mahasiswa asal Papua itu dapat menimbulkan masalah kamtibmas bila tidak segera ditangani serius.

Karena itu pihaknya berharap semua pihak mau bekerja sama karena bila tidak ditangani serius dapat menjadi masalah di kemudian hari.

Waterpauw juga berharap agar tim yang sudah dibentuk bekerja dengan sungguh-sungguh demi masa depan pemuda Papua. Pemulangan mahasiswa nantinya akan dikawal hingga ke bandara sehingga tidak terjadi insiden yang tidak diharapkan.

“Mari seluruh tim kerja bekerja sama dengan sungguh-sungguh agar para mahasiswa dapat kembali menyelesaikan pendidikannya yang sempat tertunda,” kata Paulus Waterpauw.

Penghadangan dialami mahasiswa yang hendak kembali ke berbagai kota studinya pada Sabtu (11/1) hingga menyebabkan 11 mahasiswa gagal berangkat.(Antara)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar