Ketahuan Mengedar Shabu, Honorer Dinas Perhubungan Mimika Terancam Dipecat

Bagikan Bagikan
Dilingkari,  salah seorang honorer Dishub yang dibekuk akibat ketahuan mengedar shabu

SAPA (TIMIKA) -  Setelah dibekuk aparat kepolisian lantaran diketahui mengedar narkotika jenis shabu, salah seorang pegawai honorer Dinas Perhubungan (Dishub) Mimika terancam dipecat. 

Saat dihubungi Salam Papua, Kepala Dishub Mimika, Yan S Purba mengatakan bahwa informasi terkait penangkapan honorer tersebut telah disampaikan kepada Sekda Mimika. Selanjutnya, akan menunggu petunjuk untuk menentukan nasib honorer terkait.

“Memang kita tahu perbuatan yang dilakukan honorer terkait merupakan pelanggaran hukum. Namun, keputusan untuk menghentikan atau memecat itu dikembalikan ke Pimpinan Daerah. Itu sudah saya sampaikan ke Pimpinan Daerah, dalam hal ini Sekda,” kata Yan, Sabtu (11/1/2020).

Selanjutnya ia mengatakan bahwa perilaku honorer yang melanggar hukum merupakan persoalan di luar organisasi atau kedinasan. Namun, jika telah melanggar hukum, maka secara pasti akan diberikan tindakan tegas yang harus melalui koordinasi bersama pimpinan daerah.

“Itu sebetulnya persoalan prrilaku pribadi orang. Dishub tidak mungkin mengontrol persoalan prilaku mereka di luar dinas. Saya berharap hal ini merupakan yang terakhir dan tidak akan ada lagi pegawai lainnya yang mengalami hal serupa,” katanya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

2 komentar:


  1. Ayoo.. Kunjungi dan bergabung bersama Bola165 titik co sarana Game online yang memberikan kenyamanan buat para maniac gamers.!! Bonus bonus yang menakjubkan selalu di persiapkan untuk teman teman yang ingin bergabung bersama yang kami, yuks.. jangan buang waktu segera buktikan kalau Bola165 titik co paling best ya guys...

    ReplyDelete
  2. Ingin mendapatkan penghasilan tambahan yuks bergabung bersama kami dupa88.net memberikan bosnus cashback 100% untuk Kekalahan Modal Pertama, Selain itu hanya bermodal 25K bisa bermain di semua game dan mendapat kesempatan menang hingga jutaan rupiah.

    ReplyDelete